Penyakit Cystinuria

Penyakit Cystinuria

admin No Comments
Penyakit Cystinuria

Cystinuria merupakan sebuah jenis penyakit yang diwariskan di mana penyakit ini menjadi penyebab terbentuknya batu asam amino sistin terutama pada bagian ureter, kandung kemih dan juga ginjal. Penyakit keturunan ini diturunkan dari orang tua ke anak dan berkaitan erat dengan gen. Ketika kedua orang tua memiliki cacat gen, maka sang anak otomatis akan mendapatkan cystinuria.

Cacat pada gen merupakan salah satu faktor yang menjadi penyebab sistin menimbun, terutama pada organ ginjal. Padahal kita semua tahu betapa vitalnya organ satu ini yang menjadi pengatur segala yang masuk dan keluar dari aliran darah. Lalu, apakah cystinuria ini benar-benar serius? Apa yang menjadi gejala, penyebab serta cara-cara terbaik untuk mengatasinya?

Penyebab dan Gejala

Faktor penyebab dari cystinuria adalah mutasi gen yang memiliki sebutan SLC7A9 dan SLC3A1 dan gen ini berperan sebagai pemberi petunjuk supaya tubuh manusia mampu menciptakan protein transporter tertentu di mana protein tersebut bisa dijumpai pada organ ginjal. Sebagai pengendali reabsorpsi asam amino tertentu, itulah fungsi protein tersebut.

Seperti kita ketahui, pada waktu tubuh melakukan proses pencernaan dan pemecahan protein, pembentukan asam amino terjadi dan fungsi asam amino ini adalah sebagai pendukung berbagai fungsi tubuh. Pada waktu seseorang mengalami cystinuria, mutasi gen akan menjadi penyebab gangguan kemampuan protein transporter dalam proses penyerapan asam amino kembali.

Pada normalnya, asam amino penting bagi tubuh berikut juga protein tersebut sebab ketika keduanya masuk ke dalam ginjal, ada penyerapan kembali akan asam amino ke aliran darah. Sistin yang merupakan salah satu asam amino tak terlalu larut di dalam urine dan saat tak terserap kembali, maka kristal pun terbentuk karena penumpukan sistin pada ginjal di mana efeknya akan begitu menyakitkan.

Setelah sedikit ulasan mengenai penyebab utama cystinuria, perlu untuk mengetahui pula gejala-gejala cystinuria agar lebih dapat mewaspadainya di awal. Berikut ini merupakan beberapa hal yang menjadi keluhan saat seseorang menderita cystinuria:

  • Urine bercampur darah saat buang air kecil.
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri yang cukup serius pada bagian belakang atau samping tubuh.
  • Nyeri terasa pada perut, panggul serta dekat pangkal paha.

Pada dasarnya, diketahui bahwa cystinuria bukanlah jenis penyakit dengan gejala, artinya biasanya tidak ada gejala yang disebabkan, namun bila tak ada batu. Bila bergejala, kemungkinan kekambuhan gejala akan terjadi tiap kali adanya batu terbentuk pada ginjal dan bahkan batu-batu tersebut dapat lebih dari satu kali terjadi.

Metode Diagnosa

Pada waktu gejala-gejala yang sudah disebutkan dialami, maka sebaiknya langsung ke dokter untuk memeriksakan diri. Tujuan dari pemeriksaan gejala juga adalah agar penanganan bisa diberikan sesegera mungkin pada penderita dan berikut adalah beberapa metode diagnosa yang kiranya perlu ditempuh:

  • Pengambilan Urine 24 Jam – Metode diagnosa satu ini adalah pengumpulan urine atau air kencing yang bisa dilakukan sendiri oleh pasien dengan wadah khusus selama 1 hari penuh. Urine inilah yang lalu bisa dikirimkan ke laboratorium supaya dapat diperiksa.
  • CT Scan – Proses diagnosa dengan CT scan adalah salah satu cara untuk memeriksa gejala cystinuria dengan metode pencitraan melalui sinar-X. Dari penggunaan sinar-X inilah kemudian bisa menghasilkan gambar dari struktur isi perut. Dengan cara ini akan dapat dijumpai atau terlihat batu yang ada di dalam ginjal.
  • Urinalisis – Pemeriksaan urine dengan cara ini dilakukan di laboratorium dan dari pemeriksaan ini, akan dilihat warna serta tampilan urine itu sendiri menggunakan mikroskop. Setelah itu, tes kimia pun perlu dilakukan demi dapat mendeteksi zat tertentu seperti sistin.
  • Pielogram Intravena – Pemeriksaan sinar-X yang dilakukan pada kandung kemih, ureter, dan ginjal dapat kita sebut dengan pielogram intravena di mana tujuan utamanya adalah untuk mencari adanya batu pada area tersebut. Supaya batu bisa terlihat, maka metode pemeriksaan satu ini menggunakan pewarna pada aliran darah.

Diagnosa cystinuria pada umumnya dilakukan ketika memang ada episode batu sistin yang dialami oleh pasien, lalu barulah dengan metode diagnosa batu dapat diuji demi melihat apakah batu-batu tersebut memang berasal dari sistin.

Pengobatan

Setelah hasil diagnosa keluar atau ditentukan oleh dokter, barulah metode perawatan yang paling sesuai dengan kondisi pasien bisa dilakukan. Berikut di bawah ini bisa disimak apa saja langkah perawatan yang mampu mengobati cystinuria.

1. Obat-obatan

Obat pelarut kristal sistin kemungkinan besar adalah jenis obat yang diberikan oleh dokter karena obat jenis inilah yang akan bekerja di mana caranya adalah secara kimia mengombinasikan dengan sistin untuk pembentukan kompleks yang nantinya dapat larut di dalam urine. Namun, pastikan bahwa Anda mengonsultasikan efek samping dari segala obat-obatan tersebut lebih dulu dengan dokter agar mampu mewaspadainya.

Selain obat pelarut kristal sistin, obat nyeri juga kemungkinan akan diresepkan oleh dokter sebagai pengendali dari rasa sakit yang terjadi sebagai bagian dari gejala yang muncul. Ketika batu melewati kandung kemih, lalu keluar dari tubuh, rasa sakitnya akan begitu terasa, maka obat nyeri akan dapat membantu mengurangi rasa sakitnya.

2. Diet Rendah Garam

Perubahan diet juga menjadi bagian dari perawatan yang bisa dilakukan oleh para penderita cystinuria. Pastikan untuk mengurangi asupan garam, yakni menjadi kurang dari 2 gram setiap harinya. Karena bahaya konsumsi garam berlebihan bisa mengakibatkan berbagai penyakit serius lainnya juga, dengan cara inilah pembentkan batu dapat dicegah menurut hasil studi pada European Journal of Urology.

3. Pengaturan Keseimbangan pH

Pada urine dengan pH tinggi, sistin menjadi lebih mudah larut. Bila demikian, perlu dibicarakan dengan dokter Anda tentang bagaimana cara agar pH urine bisa lebih tinggi dan membantu sistin bisa larut dengan lebih cepat. Obat alkalinisasi bisa dibeli di apotek atau toko-toko obat terdekat, namun tetap diskusikan hal ini dengan dokter sebelum menggunakan obat untuk pengaturan keseimbangan pH.

4. Operasi

Ketika batu teramat besar dan sangat menyakitkan bagi penderitanya, operasi adalah langkah terbaik di mana batu perlu diangkat dan jenis-jenis operasi yang dokter pada umumnya sarankan antara lain adalah:

  • Nefrolithotomy – Prosedur satu ini juga bertujuan utama mengeluarkan batu dari dalam tubuh namun lebih kepada melibatkan pelepasan instrumen khusus lewat ginjal dan kulit pasien.
  • ESWL/Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy – Metode pengobatan ini merupakan solusi yang prosedurnya dilakukan dengan memanfaatkan gelombang kejut sebagai pemecah batu yang sudah membesar ukurannya menjadi potongan-potongan kecil. Konsultaikan segala manfaat maupun efek samping dengan dokter Anda lebih dulu.

Demikianlah beberapa hal mengenai cystinuria di mana bila kondisi tak segera ditangani dengan tepat, komplikasi serius menjadi hal yang bisa mengancam jiwa, seperti infeksi ginjal, infeksi saluran kencing, kerusakan saluran kencing/ginjal, serta obstruksi ureter. Oleh sebab itu, pastikan untuk senantiasa mengikuti tips diet sehat agar terhindar dari penyakit semacam ini.

Penyakit Keratoconus

admin No Comments
Penyakit Keratoconus

Keratoconus, mungkin banyak dari kita yang belum familiar dengan istilah ini. Sebenarnya, apa itu keratoconus ? keratoconus merupakan suatu gangguan atau kelainan fungsi dari mata, yakni tearjadiny perubahan srtuktur dari kornea, yang menyebabkan kornea menjadi lebih tipis. Penyebaran dari kelainan keratoconus ini sendiri terjadi dalam 1 dalam 500 hingga 1 dalam 2000 orang. Mungkin memang suatu kelainan yang tergolong jarang ditemui. Di Indonesia sendiri, kelainan mata seperti ini juga masih jarang kasusnya.

Penyebab

Pada dasarnya, faktor penyebab keratoconus belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa penelitian menyatakan bahwa keratoconus terjadi sebagian besar pada kawasan-kawasan Asia Selatan. Selain itu, faktor-faktor berikut ini juga disinyalir menjadi penyebab dari keratoconus, yaitu :

1. Faktor gen atau keturunan

Faktor gen dan keturunan merupakan salah satu faktor yang dinilai menjadi penyumbang terbesar terjadinya keratoconus pada seseorang. Penyakit ini, merupakan kelainan yang diturunkan dan sulit diketahui penyebab pastinya.

2. Faktor etnis

Faktor etnis merupakan faktor resiko tinggi seseorang dapat mengalami keratoconus. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, etnis yang tinggal di Asia Selatan memiliki faktor resiko tinggi mengalami keratoconus. Namun demikian, penduduk di seluruh dunia pun memiliki potensi mengalami keratoconus juga.

3. Aktivitas enzim di dalam kornea

Belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hal ini, namun adanya aktivitas enzim tertentu di dalam kornea membuat kornea mata anda akan mengalami keratoconus.

Gejala

Sama seperti kelainan-kelainan organ tubuh lainnya, keratoconus juga memiliki gejala-gejala yang muncul pada penderitanya, terutama adalah gejala pada bagian penglihatan. Berikut ini gejala-gejala umum dari keratoconus :

1. Rabun atau sulit melihat dengan jelas

Gejala ini sama seperti gejala mata minus, mata plus, atau mata silinder serta gangguan penglihatan mata lainnya. Kesulitan dalam melihat, biasanya akan dibawa pergi ke dokter mata untuk membuat kacamata. Padahal, gejala ini bisa saja muncul muncul sebagai tahapan awal dari keratoconus, namun masih belum terdeteksi bahwa mengalami keratoconus.

Ketika keratoconus sudah berkembang dan bertambah parah, anda mungkin akan merasakan beberapa hal seperti ini :

  • Penglihatan berkurang secara cepat
  • Sulit melihat
  • Kesulitan melihat pada malam hari
  • Photophobia (sensitive terhadap cahaya)
  • Sakit pada mata ketika sedang membaca
  • Rasa gatal pada mata

2. Penglihatan ganda dan berbayang

Ketika memiliki gangguan mata minus, mungkin bisa merasakan penglihatan terhadap objek yang berbayang. Namun, pada penderita keratoconus, objek tidak hanya berbayang, namun seolah-olah objek yang dilihat menjadi berlipat ganda. Hal ini juga dikenal dengan istilah monocular polyopia. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

  • Objek akan terlihat berlipat ganda dalam pola-pola yang tidak teratur
  • Objek terasa berbayang
  • Terkadang, suatu objek tidak hanya terlihat berlipat ganda, namun dapat membentuk suatu pola lain
  • Mengalami distorsi cahaya dan sinar
  • Melihat objek mengalami pergerakan

Diagnosa

Untuk mendiagnosa apakah anda memiliki kelainan keratoconus atau tidak, maka anda harus melakukan pemeriksaan ke dokter mata. Biasanya, para ahli mata atau dokter mata akan melakukan beberapa asesmen atau pengukuran medis pada anda, untuk memastikan kelainan mata yang anda miliki, berupa :

1. History medis

History medis dilakukan untuk melihat beberapa hal berikut ini :

  • Gangguan mata yang pernah dialami
  • Faktor gen dan keturunan
  • Melihat apakah pernah mengalami kecelakaan dan mempengaruhi kornea mata
  • Histori medis (penyakit yang pernah diderita, gangguan mata yang pernah muncul, obat-obatan yang sering dikonsumsi dan kondisi kesehatan mata)

2. Melakukan tes penglihatan

Setelah melakukan histori medis, maka anda akan dihadapkan kepada tes berikutnya, yaitu test penglihatan dengan menggunakan optotype snellen. Ini merupakan proses yang sangat panjang, karena dokter harus mencocokan lensa tambahan yang cocok bagi pasien, ketika melakukan test ini. Test ini nantinya akan dapat menunjukan kondisi keratoconus ketika ternyata penglihatan menunjukan tanda-tanda asigmatis yang tidak wajar.

3. Retinoscopy

Retinoscopy merupakann teknik pencahayaan yang dipancarkan ke dalam retina, untuk melihat reflek dari mata. Dengan menggunakan metode ini, keratoconus dapat terdeteksi dengan mudah.

Setelah melakukan test dan pemeriksaan medis, keratoconus diklasifikasikan menjadi beberapa tahapan, yang didasari oleh ketebalan kornea, sudut lengkungan kornea dan morfologi dari cones pada mata. Berikut ini tahapannya :

  1. Stage 1 – Pada stage ini, kondisi kornea mata berada pada sudut lebih kecil dari 48 derajat, dengan tambahan miopi dan atau astigmata.
  2. Stage 2 – Pada stage ini, ketebalan kornea menjadi lebih tebal, yaitu lebih besar atau sama dengan 400 nanometer, dengan sudut kornea lebih kecil atau sama dengan 53 derajat.
  3. Stage 3 – Pada stage ini, ketebalan kornea berada pada level 200 – 400 nanometer, dengan sudut kornea lebih besar dari 53 derajat.
  4. Stage 4 – Pada stage terakhir ini, biasanya kornea sudah memiliki sudut yang melebar, yaitu lebih dari 55 derajat, dengan ketebalan kurang dari 200 nanometer.

Pengobatan

Sejauh ini, belum ada penelitian yang menunjukan bagaimana keratoconus dapat dicegah. Yang ada hanyalah bagimana cara membantu memperbaiki penglihatan penderita keratoconus dan bagaimana mengurangi gejala-gejala yang timbul karena keratoconus.

Untuk membantu penglihatan dari penderita keratoconus, maka pasien dapat menggunakan lensa kontak yang lembut (ketika masih berada pada tahapan awal) dan menggunakan lensa kontak yang kaku atau rigid ketika sudah masuk ke tahapan yang semakin parah. Hal ini dapat membantu memperbaiki penglihatan dari penderita keratoconus.

Beberapa hal ini dapat membantu mata, mengurangi gejala-gejala dari keratoconus :

  1. Keraflex atau Thermoplasty – Merupakan teknik yang dilakukan dengan menggunakan gelombang mikro untuk meratakan sudut kornea agar menjadi seperti normal lagi.
  2. Myoring – Myoring merupakan suatu teknik implant yang digunakan dengan cara menanamkan atau memasukan sejenis ring ke dalam kornea. Myoring merupakan suatu alat yang sudah dipatenkan, dan dapat digunakan untuk penanganan keratoconus dalam semua tahapan atau stages.

Itulah beberapa informasi penting mengenai keratoconus. Semoga dapat bermanfaat.

Penyakit Endoftalmitis

admin No Comments
Penyakit Endoftalmitis

Endoftalmitis adalah peradangan pada jaringan mata bagian dalam akibat infeksi berat dimana kondisi tersebut dapat menimpa orangtua maupun usia muda. Kondisi endoftalmitis yang terlambat ditangani secara medis dapat menyebabkan pasien kehilangan penglihatannya yang akan berlangsung permanen.

Tipe Tipe Penyakit Endoftalmitis

Didalam dunia medis kasus endoftalmitis adalah penyakit mata yang dianggap berbahaya dan harus segera mendapatkan perawatan intensif agar pasien tidak kehilangan penglihatnnya. Ada 2 tipe endoftalmitis dimana keduanya memiliki pengaruh buruk yang sama pada mata tetapi penagannan medisnya relatif berbeda.

1. Tipe endoftalmitis endogen

Endoftalmitis endogen muncul karena bakteri yang masuk di aliran darah pada organ tubuh lain justru masuk juga melalui aliran darah yang menuju jaringan mata.

  • Seseorang yang memiliki riwayat penyakit autoimun pada kenyataannya mempunyai faktor komorbidis yang dapat mempengaruhi mereka menjadi target yang paling cepat terinfeksi jamur, Bakteri dan virus. Kondisi autoimun tersebut adalah pada penderita diabetes melitus, Kanker darah, Kerusakan katub jantung, Transplatasi sumsum tulang belakang, Limfoma, tanda tanda Hepatitis akut, tanda tanda Aids, Neutropenia, Akibat gastrointestinal, Kecanduan alkohol, Penyakit lupus eritematosus sistematik dan sebagainya.
  • Munculnya aktivitas bateremia pada beberopa organ tubuh dan menurunkan fungsinya secara signifikan misalnya korteterisasi kandung kemih, Endoskopi gastrointestina, efek samping kemoterapi yang terlalu sering, Proses pengobatan dentis, Penggunaan nutrisi parenteral total jangka panjang.
    Akibat masuknya jamur atau candidas jenis albicans yang paling sering muncul 70 sampai 80 % sedangkan jamur jenis Aspergillosis yang sering muncul akibat penggunaan obat obatan terlarang. Tak heran jika pecandu narkoba tidak akan pernah lagi memiliki jaringan retina yang normal (penglihatan sudah mengalami banyak penurunan).
    Pada penderita Tuberculosis (TBC) yang telah masuk pada stadium lanjut maka bakteri asterodes nocardia, Spesies actinomyces dan Mycrobacterium TBC akan terus melakuakna pengerusakan jaringan hingga mampu mengalir kealiran darah menuju mata. Jenis jenis bakteri tersebut merupakan bakteri asam yang aktif memicu munculmnya gejala endoftalmitis endogen.

2. Tipe endoftalmitis eksogen

Endoftalmitis eksogen muncul karena trauma atau luka yang mencederai bagian bola mata lalu menyebabkan infeksi. Biasanya kondisi ini jarang terjadi jika bukan akibat tindakan dokter ketika pembedahan mata telah mengalami kesalahan prosedur.

  • Masuknya jamur jenis asperagilles dan sppesies penicillum yang berkembang setelah operasi selesai, Bisanya seminggu setelah opearsi mata.
  • Munculnya bakteri gram negatif pada luka pasca operasi yang ternyata membentuk infeksi secara bertahap. Bakteri gram negatif terdiri dari Pseudomonas aeruginosa dan spesies haeomopilus.
  • Bakteri yang aktif menyerang jaringan mata akibat luka tembus pasca operasi. Masalah konjungtiva dan bisa juga disebabkan penggunaan alat alat pembedahan yang terkontiminasi bakteri yaitu jenis staphylococcus epidermides melalui tangan yang notabennya adalah jenis spora yang secara dinamis memang ada pada permukaan kulit manusia.
  • Ketika luka tembus terjadi pada saat operasi maka setelah pasca opearsi (kita kira seminggu setelah operasi) akan mudah dimasuki dan dikendalikan oleh pergerakan bakteri jenis staphylococcus aureus dan bakteri streptococcus species tang memicu luka bekas operasi mengalami peradangan dan infeksi dimana kondisi itu menyebabkan kerusakan retina yaitu muncul gejala endoftalmitis yang berawal dari terbentuknya cairan putih pada bilik mata depan dan pembenngkakan kelopak mata.
  • Bakteri gram positif yang berada pada konjungtiva adalah bakteri yanag paling aktif merusak jaringan penglihatan setelah pasca operasi (pasca luka tembus pada bola mata) dimana dampak buruknya terhadap ketajaman penglihatan bisa mencapai 90 %.

Gejala

  • Kelopak mata memerah dan mengalami pembengkakan yang terkadang terasa nyeri.
  • Mata sulit untuk terbuka secara normal (sclera), Jika dipaksakan maka yang akan muncul adalah rasa sakit pada mata
  • Pada bola mata dan sekitarnya berwarna kemerahan, Kornea nampak keruh atau bilik mata depan terlihat kotor
  • Kualitas ketajaman dalam melihat benda jauh atau dekat menjadi berkurang
  • Mengalami penurunan keseimbangan tubuh misalnya ketika sedang berjalan tubuh mengalami kesulitan untuk bergerak dengan normal
  • Mengalami kemunduran konsentrasi dan tidak fokus pada apa yang telah menjadi objek untuk dilihat
  • Mata menjadi lebih sensitif dan silau pada paparan cahaya, Sinar lampu atau bias sinar dari matahari yang menerpa kaca atau jalan aspal (fotobia)
  • Terdapat seperti kantung berisi cairan putih yang bergerombol didepan iris mata sehingga tampilan mata menjadi keruh dan tidak bercahaya (Kondisi ini disebut Hipopion)
  • Menderita sakit kepala yang timbul tenggelam akibat aliran darah disekitar jaringan kepala mengalami hambatan akibat pergerakan bakteri tertentu dari dalam jaringan mata.
  • Pembuluh darah sekitar mata mengalami pembengkakan sehingga mata terlihat bengkak, Sembab dan menonjol kemerahan, Keadaan ini muncul karena adanya pelebaran pada bagian bola mata.
  • Ketika sakit kepala dan pembuluh darah area mata mengalami pembengkakan maka rasa nyerinya akan menyebar keseluruh jaringan tubuh dan menyebabkan munculnya demam.

Penyebab

Endoftalmitis tidak mudah muncul begitu saja hanya karena benturan atau hantaman yang menyebabkan mata memar dan bengkak, Tetapi lebih kepada luka yang menyerang bagian dalam bola mata sehingga merusak jaringan kornea dan retina, Pemicunya adalah:

1. Operasi mata

Endoftalmitis dapat muncul akibat operasi pada bola mata yang tanpa sengaja menembus bagian bola mata dan menyebabkan luka pada bagian dalam mata yang akhirnya mengakibatkan infeksi. Infeksi inilah yang merusak jaringan retina yang nantinya menimbulkan penurunan penglihatan atau pandangan menjadi kabur (tidak jelas).

2. Alat bedah tidak steril

Saat pembedahan sedang berlangsung bias saja tim dokter menggunakan alta alt medis opeasi yang tidak steril sehingga dapat mengakibatkan infeksi akiabt perpindhan bakteri/virus dari alt alat medis ke bagian bola mata yang sedang dioperasi. Kondisi ini memicu munculnya gejala endoftalmitis dimasa yang akan datang (pasca operasi).

3. Pergerakan bakteri

Akibat serangan bakteri yang ada pada sebuah luka yang terinfeksi yang terjadi pada daerah tubuh lain tetapi bisa juga masuk dan mengalir pada aliran darah menuju jaringan mata yang sedang mengalami luka akibat serangan radikal bebas. Bakteri yang seringkali menyerang biola mata adalah jenis straphylococcus epidermidis, Jenis staphylococcus aureus dan spesies staphylococcus biasa.

4. Serangan jamur

Jamur yang tumbuh dan berkembang pada luka infeksi bola mata juga dapat menyebabkan terbentuknya penyakit endoftalmitis karena dampak buruknya sama besarnya seperti bakteri yang dapat merusak jaringan mata termasuk retina. Jamur yang paling sering menyerang mata yaitu infeksi yang disebabkan jamur mucorales atau akibat antinomyces iraelil yaitu bakteri yang dapat tumbuh dan berkembang cepat diarea gigi, Gusi, Amandel diamana pergerakannya bisa mencapai jaringan retina mata.

Pengobatan

Endoftalmitis merupakan penyakit mata yang harus segera mendapat penanganan intesif medis karena terkait dengan kondisi retina mata.

  • Ketika endoftalmitis muncul akibat bakteri maka dokter akan memberikan antibiotik tertentu dengan obat jenis corticosteroid yang tujuannya untuk membuang cairan yang terinfeksi dari bola mata dan meredakan peradangan serta mengurangi kerusakannnya. Antibiotik diberikan dalam bentuk tetes mata, Obat oral (diminum) dan melalui injeksi kearea intravena atau langsung disuntikkan kedalam jaringan mata menurut prosedur yang berlaku.
  • Jika endoftalmitis muncul akibat jamur maka dokter akan memberikan suntikan anti jamur jenis amphotericin B atau jenis Fluoconazol yang digunakan dalam bentuk oral (diminum).
  • Dokter dapat memberika terapi steroid untuk endoftalmitis yang ditujukan untuk mengurangi peradngan, Infeksi dan pembengkakan didalam jaringan bola mata yang lebih dalam lagi.
  • Pemberian dexamethason secara intra vitral dengan dosis yang disesuaikan dengan kondisi pasien atau umumnya standar dosis adalah 400ug dan 1 mg secara intraokular jika memang kondisi pasien memungkinkan untuk dilakukan cara tersebut (Pemakaian dexamenthason)
  • Pada kondisi tertentu dokter juga akan memberikan sikloplegik pada pasien endoftalmitis agar rasa nyeri berkurang dan aliran darah pada area arteri mata kembali stabil sehingga jaringan dapat mencegah dan melepaskan sineksia secara cepat dan menenangkan kondisi iris mata agar infeksi mudah untuk disembuhkan.
  • Untuk penyakit endoftalmitis yang sudah parah maka dokter akan mengambil tindakan khusus yaitu berupa metode Vitrektomi Pars Plan untuk tujuan mengendalaikan pergerakan organisme agar tidak semakin meluas, Memperkuat kinerja antibiotik dan meningkatkan pengurangan membran siklitik pada jaringan bola mata.

Pencegahan

Pencegahan endoftalmitis dapat dilakukan lebih dini jauh sebelum seseorang terserang gejala endoftalmitis, Agar dikemudian hari kasus endoftalmitis dapat dihindari secara maksimal. Tips cara mencegah endoftalmitis diantaranya:

  • Bagi orang orang yang memiliki kerja rutinitas yang membutuhkan interaksi langsung dengan dunia diluar rumah atau kantor sebaiknya membiasakan diri untuk selalu menggunakan pelindung mata (kacamata), Penutup kepala berupa helm atau topi yang terbuat dari bahan keras yang diformulasikan untuk perlindungan kepala. Jika bagian kepala terkena luka yang mengenai jaringan paling dalam akibat kecelakaan maka akan merusak jaringan mata yang notabennya sangat berdekatan dengan jaringan otak.
  • Penggunaan obat tetes untuk perlindungan ekstra pada mata terhadap dampak buruk polutan udara yang berisi radikal bebas. Pemakaian obat tetes mata sebaiknya dikonsultasikan pada dokter mata terlebih dahulu agar dikemudian hari tidak mengalami efek samping yang tidak perlu. Pemakaian obat tetes mata yang baik adalah yang telah disesuaikan dengan kondisi mata.
  • Jika didalam tubuh memiliki infeksi (misalnya infeksi paru paru, Gejala Infeksi usus, Infeksi kandung kemih, Infeksi atau radang telinga, Infeksi kelenjar getah bening dan sebagainya) segeralah berobat kedokter untuk menyembuhkan pergerakan bakteri yang ada disekitar luka tersebut agar tidak terus bertambah meluas kearah jaringan lain termasuk jaringan mata, Dimana bakteri mampu masuk melalui aliran darah dimata.
  • Jangan biarkan otot otot mata terserang kelelahan akibat aktivitas anda sehari hari. Berilah mata waktu untuk beristirahat dan sedapat mungkin untuk sering memandangi objek yang jauh agar ketajaman penglihatan retina dalam menagkap cahaya yang berjarak jauh tetap stabil, Sehingga anda terhindar dari ciri ciri mata rabun jauh (miopia). Tahukah anda bahwa kelelahan pada mata yang terjadi terus menerus dalam jangka panjang dapat mempermudah bakteri yang ada pada makanan dan udara untuk masuk dalam aliran darah menuju mata. Kondisi ini berkaitan dengan daya tahan tubuh seseorang. Dimana kelelahan berat dapat memicu penurunan imunitas seseorang.
  • Hindari segala aktivitas yang dapat menyebabkan mata terluka misalnya bermain main dengan penggunaan benda tajam atau tumpul yang dapat mencederia jaringan mata bagian dalam (bola mata), Hindari pula segala bentuk radikal bebas yang membahayakan mata, Dimana radikal bebas tersebut mampu menembus lapisan mata dan menyebabkan infeksi misalnya berada pada lokasi yang sedang melakukan penyerutan kayu, Pengelasan besi, Pemotongan baja, Pengeboran minyak, Batu bara, Nikel dan lain lain.
  • Periksakan secara berkala kondisi mata untuk mencegah munculnya endoftalmitis. Pemeriksaan mata hendaknya bukan hanya disaat mata dalam kondisi sakit, Lebih bijak lagi anda rutin memeriksakan mata ketika mata dalam kondisi sehat. Pencegahan munculnya berbagai macam keluhan yang berkaitan dengan indera penglihatan sebenarnya lebih efektif ketika mata dalam keadaan sehat.
  • Memperbaiki pola makan menjadaai kearah yang lebih bak yaitu membiasaklan diri untuk makan makanana yang berstandar 4 sehat 5 sempurna yang diiringi dengan adanya sayuran dan buah setiap hari. Nutrisi yang memadai didalam tubuh dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan memperkuat jaringan mata untuk tidak mudah dimasuki bakteri dari tempat lain (dari organ tubuh lain yang sudah luka) ketika arae mata sedang terjadi luka.

Fakta tentang Bakteri Pemicu Munculnya Endoftalmitis

  • Infeksi mata yang disebabkan bakteri streptococcus ternyata lebih berbahaya (buruk) daripada infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus koagulasi negatif. Kondisi tersebut dibedakan dari kecepatan kedua jenis bakteri itu dalam merusak jaringan.
  • Tahukah anda jika penyakit endoftalmitis jenis endogen adalah lebih berbahaya daripada endoftalmitis eksogen. Kondisi ini dilihat dari karakteristik pemicu awal atau dari penyebabnya.
  • Penurunan ketajaman dalam melihat paling sering disebabkan oleh bakteri jenis bacillus yang merusak secara progresif. Kondisi ini tidak bisa dianggap remeh, Segeralah berobat dengan pemeriksaan yang intensif karena pergerakan bakteri jenis bacillus sangat cepat berkembang.

Tentang Penyakit Emfisema

admin No Comments
Tentang Penyakit Emfisema

Apakah Anda pernah mendengar tentang penyakit emfisema? Penyakit emfisema adalah jenis penyakit yang menyerang pada organ paru-paru. Penyakit ini akan menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan bernafas. Bahaya merokok aktiff memiliki berpotensi menderita emfisema. Organ paru-paru berisi seperti tempat untuk menampung udara. Kondisi emfisema menyebabkan bagian kantung udara pada paru-paru akan semakin melemah. Bahkan pada kondisi yang lebih parah akan emfisema bisa mengurangi ukuran permukaan paru-paru.

Hal ini akan menyebabkan penderita bisa mengalami kesulitan bernafas. Udara yang masuk ke dalam paru-paru tidak bisa dikeluarkan lagi sehingga menyebabkan udara bekas akan tertinggal di dalam rongga paru-paru. Perkembangan emfisema akan membuat penderita semakin sulit untuk bernafas.

Gejala Penyakit Emfisema

EmfisemaPada awalnya penyakit ini sama sekali tidak menunjukkan gejala khusus. Banyak penderita emfisema yang tidak menyadari gejala dan merasa kondisi yang lebih parah. Biasanya penderita emfisema akan mengalami sesak nafas dari tahap ringan hingga berat. Pada tahap yang lebih berat biasanya penderita sama sekali tidak bisa melakukan pekerjaan yang berat. Dan pada tahap lanjut penderita harus membutuhkan alat bantu pernafasan untuk melancarkan pernafasan. Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah kesulitan bernafas hingga menyebabkan kuku dan biru menjadi lebih gelap.

Penyebab

Penyakit emfisema yang terjadi pada organ paru-paru memang disebabkan oleh bahaya asap rokok. Karena itu perokok aktif memiliki potensi yang lebih besar terkena emfisema. Berikut ini adalah beberapa jenis penyebab emfisema secara umum.

  • Paparan asap rokok yang terlalu sering. Penyakit ini juga menjadi bahaya perokok pasif.
  • Orang yang memiliki kebiasaan menghisap jenis narkoba yaitu ganja. Pecandu ganja juga bisa mengembangkan penyakit emfisema dengan cepat.
  • Asap kendaraan dan polusi udara yang parah.
  • Asap dari industri atau pabrik.

Resiko Tinggi

Meskipun paparan asap bisa menjadi penyebab emfisema, namun tidak semua orang yang bisa terkena emfisema. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang terkena emfisema. Berikut ini adalah beberapa macam faktor resiko tinggi terkena emfisema :

  1. Perokok aktif– Semua jenis rokok baik dalam bentuk rokok biasa, cerutu maupun pipa juga memiliki kesempatan besar untuk terkena emfisema.
  2. Perokok yang telah berusia antara 40 tahun hingga 60 tahun– Sebenarnya gejala awal mungkin sudah terjadi pada penderita, tapi gejala yang lebih parah biasanya akan terjadi pada usia tersebut.
  3. Orang yang terkena paparan asap rokok– pada lingkungan tertentu yang dekat dengan asap rokok juga memiliki kesempatan yang besar untuk terkena emfisema.
  4. Orang yang bekerja pada industri pabrik– dengan asap yang mengandung bahan kimia.

Bahaya

Penyakit emfisema memang bisa menyebabkan tingkat yang lebih kritis pada kondisi tertentu. Selain itu penyakit emfisema bisa menyebabkan tingkat yang lebih parah jika tidak dirawat dengan baik. Berikut ini adalah beberapa macam bahaya penyakit emfisema :

  • Pneumooraks – Kondisi ini membutuhkan perawatan yang sangat serius. Penyakit emfisema akan menjadi lebih parah dan menyebabkan paru-paru sama sekali tidak dapat berfungsi. Jika hal ini terjadi maka bisa menyebabkan penderita emfisema meninggal dunia.
  • Kelainan jantung – yang terus berkembang dan menjadi lebih besar dapat menyebabkan tekanan pada arteri jantung. Arteri yang menjadi penghubung untuk bagian jantung dan paru-paru akan tidak berfungsi karena tekanan dari emfisema. Pada kondisi tertentu maka jantung mengalami penurunan fungsi dan bisa menjadi penyebab kematian mendadak.
  • Paru-paru berlubang – Kondisi ini disebabkan karena emfisema terus berkembang dan menyebabkan beberapa bagian paru-paru berlubang. Kondisi pernafasan akan semakin sulit dan penderita akan semakin sulit untuk bernafas.

Pencegahan

Cara pencegahan untuk penyakit emfisema bagi penderita yang sudah terkena emfisema memang tidak bisa mengobati secara total. Namun beberapa usaha ini bisa mengurangi tekanan emfisema sehingga mengurangi perkembangan emfisema. Berikut ini adalah beberapa jenis langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah emfisema :

  1. Stop merokok– Rokok adalah penyebab utama dari emfisema. Orang yang belum terkena emfisema sebaiknya menghindari rokok dan paparan asap rokok. Sementara orang yang sudah terkena emfisema harus berhenti merokok untuk menghentikan perkembangan emfisema.
  2. Hindari lingkungan dengan bau dan asap yang menyengat– Tinggal dalam lingkungan yang dekat dengan asap berbau tajam dan menyengat bisa menjadi penyebab emfisema. Untuk itu penderita emfisema harus menghindari asap kendaraan, aroma parfum dan asap dari masakan.
  3. Olahraga– Olahraga menjadi salah satu usaha yang sangat penting bagi penderita emfisema. Gaya hidup sehatdengan berolahraga akan membuat paru-paru menjadi lebih sehat sehingga penderita emfisema bisa meningkatkan kualitas kehidupan.
  4. Mencegah paparan penyakit pernafasan– Berbagai jenis bakteri dan virus yang bisa menyebabkan infeksi pernafasan harus dilakukan oleh penderita emfisema, seperti TBC
  5. Lindungi tubuh saat udara dingin– Jika penderita emfisema tinggal dalam lingkungan yang dingin maka penting untuk melindungi tubuh dengan pakaian yang tebal. Selain itu upayakan untuk terus membuat badan menjadi lebih hangat.

Perawatan Tradisional

Perawatan secara medis diperlukan untuk penderita emfisema dalam upaya untuk mencegah kondisi yang lebih lanjut. Selain itu penderita emfisema harus berhenti merokok dan melakukan berbagai kebiasaan yang bisa memperburuk kondisi. Diet untuk emfisema bisa dilakukan untuk mencegah perkembangan emfisema menjadi lebih buruk.

Berikut ini adalah beberapa jenis perawatan tradisional untuk emfisema :

  • Bawang putih – Bawang putih memiliki senyawa yang sangat kuat untuk membersihkan lendir dari paru-paru. Konsumsi dua hingga tiga siung bawang putih per hari bisa menyembuhkan emfisema.
  • Jus buah dan sayur – Konsumsi jus buah dan sayur yang banyak mengandung zat antioksidan penting untuk penderita emfisema. Makanan yang mengandung vitamin C juga sangat baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh. beberapa jenis buah dan sayuran yang baik untuk penderita emfisema adalah seperti apel, jeruk, lemon, brokoli, dan berbagai jenis kacang-kacangan.
  • Produk susu – Penderita emfisema sangat disarankan untuk mengkonsumsi susu dan produk susu. Nutrisi dan vitamin dari susu menjadi asupan yang sangat penting untuk menjaga kesehatan dan mempertahankan kondisi tubuh agar tetap sehat.
  • Vitamin C dan vitamin E dari buah dan sayuran – Dua vitamin ini sangat penting untuk penderita emfisema. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin E dan diperkaya dengan vitamin C, sangat disarankan agar tubuh menjadi lebih kuat.
  • Berhenti merokok – Berhenti merokok menjadi hal yang sangat penting dilakukan oleh penderita emfisema. Rokok bisa membuat kondisi emfisema menjadi lebih buruk, karena nikotin dan asap rokok bisa mengganggu sistem pernafasan dan paru-paru.
  • Hindari menggunakan pakaian yang menganggu saluran pernafasan – Pakaian yang terlalu ketat akan menyebabkan rasa sesak pada dada sehingga membuat paru-paru tidak bisa menghembuskan nafas dengan baik.

Penyakit emfisema memang tidak dikenali pada gejala awal karena cenderung tidak menyebabkan gejala. Pada kondisi yang sudah parah biasanya baru disertai dengan gejala. Lingkungan yang segar menjadi salah satu kebutuhan yang penting untuk penderita emfisema. Untuk itu sebaiknya penderita emfisema tinggal di lingkungan yang sejuk, segar dan jauh dari berbagai paparan asap rokok, asap kendaraan dan asap limbah industri.

Dampak Penyakit Enkopresis

admin No Comments
Dampak Penyakit Enkopresis

Enkopresis juga dikenal dengan inkontinensia tinja atau sebuah kondisi di mana keluarnya feses terjadi secara tidak sengaja dan pada umumnya dialami oleh anak-anak yang usianya 4 tahun ke atas. Padahal, umumnya anak-anak dengan usia tersebut sudah belajar dan bahkan pandai menggunakan toilet. Baik itu kondisi mental atau fisik bisa menjadi suatu kondisi medis yang mendasari.

Gejala

Celana dalam yang kotor biasanya adalah kondisi gejala paling umum dari enkopresis dan bahkan konstipasi bisa saja dialami oleh penderita sebelum munculnya kondisi enkopresis ini. Sebagai orang tua, Anda perlu untuk melihat dan mengamati secara teliti apakah anak Anda rutin dalam buang air besar. Bila dalam 3 hari ia tidak BAB, tandanya si kecil sedang mengalami sembelit alias konstipasi.

Ada juga gejala-gejala lainnya yang dapat dikeluhkan oleh para penderita enkopresis, yakni seperti kondisi keluhan di bawah ini:

  • Infeksi saluran kencing.
  • Sakit di bagian perut.
  • Nafsu makan menurun.
  • Waktu antara buang air besar cukup lama.
  • Mengompol di siang hari atau enuresis.
  • Menghindari buang air besar.
  • Feses terlalu besar ketika mengalami konstipasi sehingga mengakibatkan penyumbatan pada toilet.

Kapan seharusnya memeriksakan diri ke dokter?

Segera periksakan ke dokter apabila sang buah hati sebenarnya sudah Anda latih untuk menggunakan toilet namun gejala-gejala di atas ada beberapa yang dialami oleh si kecil. Jangan tunda untuk menemui dokter ketika anak mulai sulit buang air besar namun kemudian kebocoran feses terjadi yang bisa disalahartikan sebagai kondisi diare bahkan selera makan sampai terjadi penurunan.

Penyebab

Ada sejumlah faktor yang mampu menjadi penyebab enkopresis yang perlu untuk kita semua ketahui dengan baik. Dari melihat berbagai penyebabnya, kita juga akan lebih mudah dalam menentukan solusi perawatannya. Berikut ini adalah penyebab umum yang patut untuk kita kenali dengan baik:

  • Buang air besar kurang dari sekali setiap 3 hari.
  • Kekurangan cairan atau jarang minum air putih.
  • Latihan buang air besar dan kecil terlalu dini.
  • Jarang berolahraga.
  • Mengonsumsi makanan yang rendah serat.
  • Minum terlalu banyak susu atau memiliki intoleransi terhadap susu sapi.
  • Gangguan perilaku.
  • Kecemasan karena latihan toilet.
  • Stres emosional yang bisa saja disebabkan oleh perceraian orang tua atau lahirnya saudara alias memiliki adik baru.
  • Perubahan dalam kehidupan si anak, seperti misalnya latihan toilet, perubahan pola diet, mulai masuk sekolah dan lainnya.

Selain dari beberapa penyebab yang sudah disebutkan, masih ada juga beberapa faktor risiko lainnya yang juga wajib untuk para orang tua ketahui serta waspadai, yakni:

  • Cara melatih toilet yang buruk pada anak.
  • Konstipasi berulang.
  • Perubahan rutinitas toilet anak.
  • Faktor jenis kelamin di mana justru anak laki-lakilah yang paling tinggi berisiko mengalami enkopresis daripada anak perempuan walau belum jelas alasannya.
  • Pelecehan seksual.
  • Robeknya jaringan pada rektum yang biasanya menjadi efek dari konstipasi kronis.
  • Hipotiroidisme
  • Diabetes
  • Gangguan emosional dan perilaku.

Pengobatan

Sesudah gejala timbul, langkah yang benar adalah memeriksakan segera kondisi gejala ke dokter agar jelas apa penyebabnya dan supaya lebih cepat dapat ditangani. Sebelum ditentukan pengobatan yang sesuai, biasanya ada proses diagnosa lebih dulu yang dilakukan dan berikut ini adalah sejumlah metode pemeriksaan yang perlu dijalani oleh para penderita gejala enkopresis.

  • Pemeriksaan fisik – Pemeriksaan fisik perlu dilakukan oleh dokter berikut juga diskusi gejala dengan pasien. Diskusi akan meliputi kebiasaan makan dan buang air besar yang bertujuan untuk menyingkirkan penyebab lain dari kondisi ini.
  • Rontgen perut – Langkah ini bisa saja dilakukan bila dokter merasa perlu agar mampu menentukan penyebab dari feses yang terkena dampak.
  • Evaluasi psikologis – Langkah pemeriksaan ini dapat dilakukan ketika memang dokter melihat adanya potensi masalah emosional yang turut terlibat pada timbulnya gejala anak.
  • Pemeriksaan rektal digital – Pemeriksaan ini juga merupakan sebuah langkah yang dokter bisa lakukan dengan tujuan untuk memeriksa feses yang terkena dampak. Caranya adalah dengan melumasi lebih dulu jari dengan glukosa lalu memasukkan jari tersebut ke dalam rektum si kecil sambil memberi tekanan pada perutnya menggunakan tangan lainnya.

Pengobatan Dokter

Setelah positif dokter mendeteksi bahwa gejala merujuk pada kondisi enkopresis, maka beberapa cara dapat dilakukan untuk mengatasinya. Berikut ini adalah sejumlah solusi yang dokter dapat berikan atau sarankan pada pasien enkopresis.

1. Pembersihkan Usus Besar

Membersihkan usus besar adalah langkah yang kemungkinan besar dokter akan ambil untuk membersihkannya dari feses yang terkena dampak. Ada sejumlah metode pembersihan usus serta proses menghilangkan sembelit yang biasa direkomendasikan, seperti:

  • Enema
  • Supositoria rektum
  • Obat pencahar tertentu

2. Modifikasi Perilaku

Ketika memang masalah gangguan perilaku menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko enkopresis, Anda perlu membawa anak ke ahli kesehatan mental karena yang lebih profesional akan jauh lebih bisa diandalkan dalam hal diskusi teknik mengajar si kecil untuk BAB teratur. Hal inilah yang kita bisa sebut juga dengan modifikasi perilaku di mana dokter juga kemungkinan akan menyarankan untuk proses psikoterapi, terutama saat si kecil sering merasa stres, depresi, malu, merasa bersalah, hingga rendah diri yang berhubungan dengan enkopresis.

3. Mendukung Gerakan Usus Sehat

Pasca pembersihan usus besar, dokter biasanya menyarankan untuk mendorong si kecil agar bisa melakukan buang air besar secara lebih teratur, jadi demi mendukung BAB yang lancar supaya pencernaan lebih sehat juga, cara-cara inilah yang biasa dianjurkan:

  • Berhenti mengonsumsi susu sapi.
  • Memeriksa intoleransi susu sapi bila hal ini menjadi indikatornya.
  • Melatih anak untuk segera ke kamar mandi secepatnya ketika memang ada keinginan untuk buang air besar.
  • Pemberian obat pencahar yang bisa dilakukan secara bertahap di mana penggunaannya bisa dihentikan sesudah usus normal kembali.
  • Perubahan diet di mana sebaiknya anak lebih banyak mengonsumsi serat dan juga minum banyak air putih.

Pengobatan Alami

Apabila ingin mendukung masa pemulihan anak Anda yang terkena enkopresis, sebaiknya kiat-kiat alami ini bisa dipraktikkan agar dapat membantu si kecil lebih baik kondisinya.

  • Mengonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi. Ada baiknya untuk memberikan makan anak yang bernutrisi seimbang, yakni sayuran, buah, biji-bijian serta makanan-makanan lainnya yang kaya akan nutrisi.
  • Mendorong si kecil untuk banyak dan sering minum air putih sehingga dapat mencegah pula dari bahaya dehidrasi serta menjaga tingkat kekerasan feses.
  • Mengatur waktu toilet di mana Anda bisa melakukannya dengan meminta buah hati Anda untuk duduk di toilet 5-10 menit saat waktu biasa setiap hari yang perlu dilakukan sehabis makan sebab memang sehabis makanlah usus menjadi jauh lebih aktif.
  • Membatasi susu sapi apabila memang dokter juga menyarankan demikian walau memang khasiat susu sapi murni memang tinggi, susu sapi juga bisa menjadi alasan terjadinya sembelit pada beberapa kasus.

Enkopresis dapat menjadi suatu kondisi yang mengkhawatirkan yang dialami oleh anak-anak. Agar tidak terjadi enkopresis, sembelit adalah suatu kondisi yang perlu dihindari yang diimbangi dengan teknik latihan toilet yang lebih efektif. Segera juga bawa ke dokter bila gejala enkopresis mulai dialami agar penanganan lebih cepat bisa didapat.

Penyakit Flu Tulang

admin No Comments
Penyakit Flu Tulang

Penyakit flu tulang menjadi penyakit yang sebenarnya jarang terdengar. Pada dasarnya flu tulang juga disebut dengan istilah chikungunya. Penyakit ini akan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa pada bagian persendian dan otot tubuh. Penderita selalu akan merasa sangat sakit ketika menggerakkan tubuh. selain itu biasanya penderita akan lebih senang untuk menekuk sendi-sendi untuk mengurangi rasa sakit. Penyakit ini bisa muncul tiba-tiba bahkan tanpa menunjukkan gejala awal. Pada malam hari biasanya penderita akan merasa panas pada bagian sendi yang disentuh. Setelah itu akan semakin sakit jika digerakkan. Rasa sakit yang paling sering ditemukan adalah pada bagian pergelangan tangan, panggul, lutut, bahu dan jari – jari.

Penyebab Flu Tulang

Flu tulang sebenarnya disebabkan oleh infeksi dari virus yang disebarkan oleh nyamuk aedes albopictus. Nyamuk biasanya akan menyerang saat siang hari. Penderita yang digigit oleh nyamuk ini akan memiliki virus dalam tubuhnya. Setelah itu virus akan berkembang dengan cepat sehingga tubuh akan menjadi lebih sakit. Setelah penderita mendapatkan gigitan nyamuk maka virus akan berkembang dengan cepat dan gejala flu tulang akan lebih cepat muncul.

Gejala Flu Tulang

Flu tulang bisa menyerang anak-anak dan orang dewasa. Bahkan orang tua juga bisa terkena flu tulang. Pada awalnya flu tulang akan menyebabkan munculnya bercak merah pada bagian kulit dan mulut. Setelah itu gejala menjadi lebih berkembang menjadi gejala flu yang sangat umum disertai dengan rasa sakit pada bagian sendi yang muncuk mendadak. Rasa sakit sering digambarkan dengan rasa sakit yang sangat berlebihan sehingga tulang atau sendi tidak bisa dipegang. Sebenarnya ketika tubuh mengalami kekakuan pada sendi maka saat itu tubuh sedang menciptakan antibodi untuk melawan virus. Gejala ini akan pulih setelah 2 hingga 3 minggu tergantung kondisi kesehatan. dibawah ini adalah beberapa gejala flu tulang.

  1. Tubuh mendadak demam dan terlihat seperti demam pada demam berdarah.
  2. Rasa sakit yang berlebihan pada bagian sendi-sendi tubuh. Bahkan karena terlalu sakit maka biasanya sentuhan lembut pada tulang bisa menyebabkan rasa sakit yang besar.
  3. Tubuh menjadi lebih lelah dari biasanya meskipun tidak sedang beraktivitas.
  4. Sakit pada bagian otot tubuh yang membuat tubuh menjadi lebih lemah.
  5. Tekanan yang berat sehingga sering menyebabkan depresi atau tekanan jiwa.
  6. Penderita diabetes yang mendapatkan flu tulang biasanya mengalami gejala yang lebih parah seperti sakit pada semua bagian tubuh dan tulang yang sulit untuk digerakkan. Bahkan bisa mengalami kondisi tingginya kadar gula dalam darah.

Diagnosis Flu Tulang

Pemeriksaan flu tulang biasanya bisa dilakukan dengan pemeriksaan fisik saja. Setelah mengalami infeksi dari virus penyebab flu tulang maka demam dan rasa sakit pada persendian akan muncul selama beberapa hari. Tulang akan terasa sakit dan tidak bisa digunakan untuk melakukan berbagai macam aktivitas. Pemeriksaan darah hanya dilakukan untuk menemukan kemungkinan penyakit lain sehingga biasanya tidak dilakukan jika memang gejala sudah menunjuk pada flu tulang.

Perawatan untuk Flu Tulang

Pada dasarnya hingga saat ini belum ada obat khusus yang bisa menyembuhkan flu tulang. Berbagai jenis obat yang diberikan untuk mengatasi demam dan rasa sakit yang berlebihan. Flu tulang bisa sembuh sendiri setelah virus mati dalam tubuh, kurang lebih selama 2 hingga 3 minggu. Tapi jika gejala dibiarkan dan tidak diatasi dengan obat penguat maka bisa menyebabkan kelumpuhan. Berikut ini adalah beberapa cara untuk merawat flu tulang.

  1. Minum air putih sesuai kebutuhan tubuh, disarankan 3 liter setiap hari. Air putih akan membuat tubuh menjadi lebih kuat dan sistem metabolisme tidak terganggu. Air putih juga membantu tubuh dalam melawan infeksi virus penyebab flu tulang.
  2. Minum obat yang disarankan oleh dokter, biasanya terdiri dari jenis obat-obatan untuk mengurangi panas tubuh, mengatasi rasa sakit dan obat untuk meredakan nyeri berlebihan.
  3. Istirahat yang cukup akan membantu tubuh agar bisa melawan infeksi virus.
  4. Hindari konsumsi makanan cepat saji, saat mendapatkan flu tulang maka kebutuhan untuk mineral, protein dan nutrisi lain sangat dibutuhkan.
  5. Hindari minuman dingin dan sebaiknya selalu minum air hangat saat menjalani perawatan.

Cara Mencegah Flu Tulang

Hingga saat ini memang belum ditemukan obat atau vaksin khusus yang bisa mencegah flu tulang. Kondisi untuk mencegah flu tulang hanya bisa dilakukan agar tidak terkena gigitan nyamuk penyebab flu tulang. Berikut ini beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah flu tulang.

  1. Memakai pakaian yang panjang atau melindungi tubuh agar tidak terkena gigitan selama berada di daerah yang banyak mengandung nyamuk penyebab flu tulang.
  2. Memakai kelambu untuk tempat tidur agar terlindungi dari nyamuk.
  3. Membersihkan lingkungan yang banyak mengandung tempat genangan air seperti pot, bejana atau kolam air.
  4. Menggunakan obat nyamuk untuk kulit agar tidak terkena gigitan nyamuk.
  5. Jika Anda sudah terkena flu tulang maka lindungi tubuh agar tidak terkena gigitan nyamuk, sebab nyamuk yang menggigit akan menyebarkan virus yang sama ke orang lain.
  6. Hindari konsumsi rokok dan alkohol jika sudah terkena flu tulang untuk mencegah agar tubuh tidak terlalu drop. Selain itu rokok dan alkohol hanya memperburuk kondisi tulang.

Pemulihan untuk Flu Tulang

Penderita flu tulang memang akan merasakan rasa sakit yang parah. Bahkan pada tahap yang lebih lanjut maka biasanya penderita tidak akan bisa bangun dari tempat tidur karena rasa sakit pada tulang. Berikut ini adalah beberapa tips untuk memulihkan kondisi tubuh ketika terkena flu tulang.

  1. Ramuan daun pepaya. Di India pengobatan flu tulang dengan minum jus dari daun pepaya memang sudah terbukti ampuh. Rasa daun pepaya yang pahit akan diserap oleh tubuh. Jus dari daun pepaya mempercepat proses pemulihan karena bisa mengendalikan infeksi virus dengan cepat.
  2. Gunakan ramuan daun jahe yang sudah ditumbuk halus dan oleskan pada bagian sendi yang terasa nyeri. Daun jahe sangat efektif untuk mengurangi rasa sakit berlebihan.
  3. Tumbuk beberapa suing bawang putih dan gunakan untuk memijat lembut pada sendi yang nyeri. Tambahkan minyak yang hangat untuk membuat tulang menjadi lebih nyaman.
  4. Minum air dari campuran madu dan air hangat. Madu sangat baik untuk melawan infeksi sehingga tubuh menjadi lebih cepat pulih.
  5. Makan beberapa suing bawang putih. Bawang putih mengandung senyawa khusus yang bisa mendukung sistem kekebalan tubuh.
  6. Selama perawatan hindari mandi dengan air dingin. Jika memungkinkan Anda bisa mandi dengan campuran air garam yang akan membuat nyeri tulang menjadi lebih baik.

Flu tulang memang menjadi penyakit yang sangat umum dan banyak menyerang penduduk di wilayah tropis. Tapi penyakit ini memang biasanya tidak menimbulkan kematian dan efek yang paling berat dari flu tulang adalah kelumpuhan. Kondisi penyakit akan terlihat lebih berat apabila penderita juga mengalami gangguan penyakit lain yang membuat tubuh menjadi lebih lemah.

Apa Itu Darah Tinggi ?

admin No Comments
Apa Itu Darah Tinggi

KETIKA ada orang marah-marah, maka masyarakat cenderung menghakimi bahwa darah tingginya sedang kumat. Apa kaitannya marah-marah dengan darah tinggi? Darah Tinggi atau hipertensi (HTN) atau hipertensi arteri, adalah suatu kondisi medis kronis dimana tekanan darah di arteri meningkat. Sebagaimana kita pahami, jantung harus bekerja keras untuk mengedarkan darah yang dikeluarkan melalui pembuluh darah. Beberapa perubahan patologis dan fisiologis dalam darah dan jantung menjadi indikator tekanan darah tinggi ini.

Teknik Membaca Tekanan Darah Tinggi

Deteksi tekanan darahTekanan darah adalah kekuatan darah mengalir di dinding pembuluh darah yang keluar dari jantung melalui arteri dan kembali ke jantung melalui pembuluh vena. Tekanan darah melibatkan sistolik dan diastolik. Sistolik adalah keadaan saat jantung berkontraksi dan diastolik, yaitu suatu keadaan pada saat jantung relaksasi. Penentuan tekanan darah seseorang, maka Dokter akan melakukan pembacaan melalui 2 (dua) cara.

  • Bacaan pertama adalah tekanan sistolik, tekanan yang terjadi bila otot berdenyut memompa dan mendorong darah keluar melalui arteri. Angka ini menunjukkan seberapa kuat jantung memompa untuk mendorong darah melalui pembuluh darah.
  • Pembacaan kedua, melalui diastolik, saat jantung beristirahat membiarkan darah kembali masuk ke jantung. Angka ini menunjukkan berapa besar hambatan pembuluh darah terhadap aliran darah balik ke jantung.

Tekanan darah normal adalah tekanan sistolik (angka diatas) berada pada kisaran 100-140 mm Hg, dan diastolik (angka di bawah) berada pada kisaran angka 60-90 mm Hg. Seseorang disebut memiliki tekanan darah tinggi kalau angka perbandingan sistolik dan diastolik terus menerus berada pada kisaran 140/90 mm Hg atau lebih dari angka normal.

Jenis Hipertensi

Hipertensi sendiri terbagi atas :

  • hipertensi primer, yang tekanan darah tinggi yang terjadi tanpa penyebab medis yang jelas; dan
  • hipertensi sekunder akibat pengaruh ginjal, arteri, jantung, atau sistem endokrin.

Hipertensi primer ini sekitar 90% dari keseluruhan hipertensi, dan hipertensi sekunder yang hanya 10% nya. Meski demikian hipertensi adalah faktor risiko utama untuk penyakit stroke, infark miocard (serangan jantung), gagal jantung, aneurisma arteri, arteri perifer, dan penyakit ginjal kronik.

Ciri-ciri dan Gejala

Hipertensi jarang menunjukkan gejala spesifik. Beberapa orang dengan tekanan darah tinggi dilaporkan mengalami sakit kepala pada bagian belakang kepala, terutama saat pagi hari. Beberapa di antaranya mengalami vertigo, dan tinitus (telinga berdengung atau desis di dalam telinga) serta gangguan penglihatan. Lebih fatal lagi, banyak kasus penderita hipertensi yang kemudian pingsan.

Gejala penyakit hipertensi bervariasi pada masing-masing individu dan hampir sama dengan gejala penyakit lainnya. Gejala umum penyakit hipertensi adalah

  • sakit kepala,
  • perdarahan hidung (mimisan),
  • pusing,
  • wajah kemerahan,
  • jantung berdebar debar,
  • penglihatan kabur,
  • sering buang air saat malam hari,
  • vertigo, dan kelelahan.

Namun kadangkala hipertensi berjalan tanpa adanya suatu gejala. Ia baru menunjukkan suatu gejala setelah terjadi komplikasi yang terjadi pada organ seperti pada otak, ginjal dan jantung. Biasanya penyakit muncul bersamaan dan semakin memperburuk kerusakan suatu organ. Untuk menguatkan gejala penyakit hipertensi adalah adanya riwayat penyakit hipertensi pada kedua orang tuanya karena hal itu akan menguatkan ke arah hipertensi primer.

Komplikasi Hipertensi

Komplikasi yang terjadi salah satunya adalah Penyakit Jantung Koroner (PJK). Penyempitan yang terjadi pada lubang pembuluh darah biasanya menyebabkan berkurangnya satu aliran darah pada beberapa bagian otot jantung. Hal ini akan menyebabkan rasa nyeri yang sakit di bagian dada, dan bisa mengakibatkan gangguan pada masalah otot jantung. Bahkan bisa menyebabkan timbulnya serangan jantung. Persoalan lainnya adalah gagal jantung. Tekanan darah tinggi akan memaksa otot-otot jantung bekerja ekstra keras dalam mempompa darah. Kondisi ini bisa menyebabkan otot jantung menebal dan meregang sehingga daya pompa otot mengalami penurunan yang menyebabkan daya kerja jantung terganggu.

Kondisi Medis Hipertensi

Berbagai keadaan pada hipertensi bisa ditemui kondisi-kondisi seperti

  1. Gestational hypertension, yang merupakan hipertensi pada kehamilan di atas 20 minggu, yang bisa mencapai 140/90 mm Hg.
  2. Orthostatic Hypertension, yaitu meningkatnya tekanan darah secara tiba-tiba ketika bangun berdiri dari keadaan duduk. Atau tekanan darah meninggi saat tiba-tiba bangun dari kondisi tidur pulas.
  3. Hipertensi pada bayi dan anak. Pada bayi, hipertensi jarang sekali terjadi. Tekanan darah tidak diukur secara rutin. Namun bila memang terjadi hipertensi pada bayi akan dapat berisiko tinggi. Rekomendasi saat sekarang ini anak-anak usia 3 tahun diperiksa tekanan darahnya pada kunjungan pemeriksaan rutin. Tekanan darah akan meningkat seiring usia anak-anak.

Penyebab Hipertensi

Penyebab tekanan darah tinggi bermacam-macam. Ada faktor yang bisa dikendalikan oleh tubuh kita sendiri, namun ada juga yang tidak bisa dikendalikan. Inilah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tekanan darah dalam tubuh kita.

  1. Usia Lanjut. Semakin tua seseorang maka tekanan darah sistole akan semakin meningi. Hal ini terjadi karena semakin tua seseorang akan terjadi pengerasan pembuluh darah. Seseorang harus menjaga pola hidupnya dengan baik agar tidak terkena darah tinggi.
  2. Faktor Keturunan. Tekanan darah tinggi bisa terjadi karena faktor keturunan. Keluarga perlu menyadari jika dirinya termasuk berisiko memilki tekanan darah tingi. Yang bisa dilakukan adalah mengatur kesehatannya dengan lebih baik.
  3. Jenis Kelamin. Laki-laki berpeluang terkena tekanan darah tinggi lebih sering persentasenya daripada perempuan. Pola makan, kebiasaan makan dan pola hidup harus dijaga karena masing-masing berisiko terkena tekanan darah tinggi yang sama.
  4. Obesitas. Seseorang bila memiliki lemak sekitar perut, pinggul, dan paha memiliki risiko tekanan darah tinggi. Berat badan di atas 30 persen berat badan ideal, memiliki kecenderungan menderita tekanan darah tinggi. Upayakan agar berat badan berada pada situasi normal agar tetap sehat.
  5. Stres. Hindarkan stres tinggi karena pekerjaan, lifestyle, atau yang lain. Kondisi emosi yang tidak stabil juga menjadi penyebab stres.
  6. Konsumsi obat secara terus menerus. Beberapa obat seperti obat flu dan alergi bisa membuat tekanan darah meningkat. Penderita perlu memahami dan konsultasi obat-obat yang dikonsumsi. Hal ini untuk menghindarkan terjadinya komplikasi.
  7. Aktif secara fisik, olahraga. Kurang olahraga akan menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat. Olahraga akan melegakan pembuluh darah sehingga tekanan di pembuluh darah akan kembali pada situasi normal. Sebaiknya jangan melakukan olahraga berat saat menderita hipertensi.

Makanan-makanan yang Harus Dihindari

Tekanan darah tinggi juga bisa dipicu oleh makanan yang kita makan sehari-hari. Penderita tekanan darah tinggi setidaknya mengatur pola makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Sebaiknya harus menghindari makanan tertentu yang akan memicu meningkatnya tekanan darah. Makanan di bawah ini sebaiknya dihindarkan.

  • Tepung Terigu. Makanan yang mengandung tepung terigu akan memicu kenaikan indeks glikemik. Indeks ini akan membuat glukosa/ kadar gula naik yang akan memicu naiknya tekanan darah.
  • Kolesterol dalam darah. Kolesterol bisa dikendalikan oleh kita sendiri. Kendalikan kolestrol sedini mungkin. Kandungan lemak yang berlebihan dalam darah akan menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding darah. Akibatnya pembuluh darah akan meyempit sehingga tekanan darah akan meningkat.
  • Garam berlebih. Faktor ini bisa dikendalikan dengan mengurangi konsumsi garam dalam makanan. Garam dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat pada penderita penyakit diabetes, hipertensi ringan, orang berusia lanjut, atau mereka yang berkulit hitam.
  • Minyak Goreng Nabati. Minyak ini memiiki kandungan lemak sintesis yang memicu tekanan darah. Salah satu jalan, menggantinya dengan minyak goreng yang sehat seperti minyak zaitun untuk menjaga agar tekanan darah tetap stabil.
  • Makanan Pengawet. Makananyang diawetkan menggunakan zat pengawet kimia yang mengandung natrium dan garam yang tinggi. Acar dan cuka misalnya, keduanya berfungsi mengawetkan. Hal ini akan memicu hipertensi.
  • Makanan Beku. Makanan yang dibekukan seperti nugget, sosis, bakso beku, ikan beku dan sebagainya banyak mengandung akan natrium. Hal ini akan memicu terjadinya hipertensi.
  • Mie instan dan Makanan Kaleng. Bahan makanan jenis ini mengandung zat natrium yang memicu hipertensi.
  • Hindari Makanan Fastfood atau junkfood. Makanan junkfood seperti ayam goreng, kentang, atau burger, mengandung lebih banyak natrium, lemak dan sodiumnya Hal ini merupakan bahan-bahan yang bisa menaikkan tekanan darah. Salah satu solusinya adalah hindari asupan makan garam berlebihan. Makanan junkfood dan makanan kaleng memiliki kadar natrium tinggi. Hal ini akan membahayakan penderita hipertensi.
  • Hindari Minum Kopi dan Alkohol. Minum terlalu banyak kopi dan alkohol akan berdampak buruk bagi kesehatan kita. Kaffein yang terdapat di kopi, teh atau minuman cola akan menyebabkan peningkatan tekanan darah. Merokok juga bisa menyebakan tekanan darah tinggi. Kebiasaan merokok meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung dan stroke. Merokok ketika sudah dalam keadaan hipertensi akan mempercepat memicu penyakit yang berkakitan dengan jantung dan darah.

Cara Mencegah Darah Tinggi

Banyak orang menggalami hipertensi namun dirinya tidak menyadarinya. Sangat dianjurkan agar perubahan gaya hidup untuk menurunkan tekanan darah. Perubahan gaya hidup ini harus konsisten sesuai pedoman dari US National Hihg BP Education Program tahun 2001, yaitu menyangkut :

  1. Menjaga agar Berat Badan dalam kondisi normal, dengan indeks massa tubuh sebesar 20-25 kg/m2.
  2. Mengurangi diet natrium sampai < 100 mmol/hari. Diet dilakukan untuk konsumsi garam, makanan ringan/camilan, makanan bervetsin (MSG), serta mie instan.
  3. Melakukan aktifitas fisik aerobik secara teratur, misalnya dengan jalan cepat >30 menit per hari dalam satu minggu.
  4. Batasi konsumsi alkohol.
  5. Perbanyak memakan/konsumsi sayuran dan buah.

Perubahan gaya hidup merupakan langkah pencegahan terhadap kemungkinan munculnya penyakit ikutan karena hipertensi. Hal yang diubah meliputi perubahan diet, olahraga dan penurunan berat badan. Perubahan ini terbukti mampu menurunkan tekanan darah. Perbaikan pola makan dan gaya hidup dapat memperbaiki kontrol tekanan darah, serta akan mengurangi risiko komplikasi terhadap kesehatan. Diet rendah natrium sangat bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah. Perubahan gaya hidup efektif akan dapat menurunkan tekanan darah setara dengan mengonsumsi obat antihipertensi. Kombinasi perubahan gaya hidup akan memberikan efek yang lebih baik.

Berbagai obat hipertensi yang beredar dirancang untuk menurunkan tekanan dan sekaligus mengurangi tekanan psikologis, stres, dan ketegangan terutama kaitannya dengan saran untuk relaksasi dan meditasi. Penurunan tekanan darah juga dapat mengurangi risiko demensia, penyakit jantung iskemik, gagal jantung dan mortalitas karena cardiovaskuler. Penurunan tekanan darah sebesar 5 mmHg dapat menurunkan risiko stroke sampai 34%. Pengobatan harus ditujukan untuk mengurangi tekanan darah hingga kurang dari 140 mmHg untuk sebagian orang, dan lebih rendah lagi untuk mereka yang diabetes atau penyakit ginjal. Sejumlah praktisi medis menyarankan agar tekanan darah dijaga pada level di bawah 120-130 mmHg. Jika tekanan tidak tercapai maka diperlukan pengobatan lebih lanjut.

Seseorang yang mengalami tekanan darah tinggi pada kondisi normal dapat saja mengalami tekanan darah tinggi kembali. Banyak terjadi penderita stroke kambuh kembali pada saat yang bersangkuran lepas obat. Bahkan banyak kasus orang yang tadinya bertekanan darah rendah bisa berubah menjadi tekanan darah tinggi pada saat tertentu. Oleh karenanya kontrol tekanan darah secara rutin sangat diperlukan. Meskipun demikian, bila perubahan gaya hidup tak efektif, maka konsumsi obat-obatan kadang diperlukan terus menerus seumur hidup.

Mengenai Penyakit Disleksia

admin No Comments
Mengenai Penyakit Disleksia

Anda pernah menonton film India berjudul ‘Tare Zameen Par’? Dalam film tersebut mengungkapkan mengenai kesulitan belajar seorang anak yang tak mampu membaca dan mengeja. Menurut Ihsan (anak dalam film tersebut) huruf-huruf abjad yang terpampang dalam text book seperti menari-nari dan berputar-putar. Anda yang tidak memiliki gangguan ini, merasa lucu mendengar jawaban tersebut. Atau bahkan untuk kalangan awam, berpikir bahwa anak itu bodoh! Dengan usia yang anak normal sudah mampu untuk membaca, sedangkan anak ini mengeja saja salah melulu.

Bukan! Dia bukan anak yang bodoh. Hanya saja ia memiliki gangguan dalam mengeja sehingga kemampuan untuk membaca nol. Ia juga akan mengalami kesulitan dalam mengingat huruf. Disitulah timbul gangguan yang dinamakan Disleksia.

Macam-Macam

Ada dua jenis gangguan disleksia :

1. Developmental Dyslexia

Gangguan disleksia yang terkena sejak lahir akibat faktor genetik, sehingga tidak bisa disembuhkan. Gangguan ini menghambat kemampuan untuk membaca, berhitung, menulis, dan aspek verbal lainnya. Meski tak ada obat khusus yang mampu menolongnya, namun bisa meminimalisir hambatan tersebut dengan pendekatan-pendekatan khusus.

2. Acquired Dyslexia

Gangguan yang mulai menyerang manusia menjelang usia dewasa. Mereka akan mengalami cidera otak bagian kiri, sehingga menyebabkan gangguan disleksia. Tandanya ketika masa dewasa, bermasalah dalam memproses informasi dan harus membutuhkan waktu yang lebih lama dari manusia pada umumnya.

Selain itu juga akan mengalami kesulitan pengorganisasian. Misalnya ia mengingat untuk memakai sepatu, namun lupa memakai kaos kaki

Penyebab

Penyebab utamanya adalah ada ketidaknormalan atau gangguan termasuk cidera didalam sistem syaraf pusat otak (gangguan neurobiologis) yang implikasinya pada kesulitan berbicara, membaca, menulis, dan berhitung. Kemungkinan terbesar (menurut penelitian terakhir sebanyak 70%) orang anak menderita gangguan ini karena faktor genetik atau bawaan. Hal ini berarti jika dalam garis keturunannya ada yang menderita gangguan ini, kemungkinan besar anak cucunya atau saudara lainnya juga akan mengidap gangguan yang sama.

Sedangkan sisanya 30% berdasarkan factor lain seperti ada luka di dalam otaknya (brain injury), atau ada zat biokimia dalam sel syaraf otak yang mengganggu perkembangan.

Gejala

Individu yang mengidap gangguan ini kebanyakan menimbulkan gejala yang tidak pasti. Misalkan ia susah untuk membedakan kata ‘paku’ dan ‘palu’. Atau bisa saja ia menulis angka 4 dengan huruf ‘h’. Kesulitanya mengidentifikasi huruf dan angka membuatnya lamban.

Apalagi dalam hal mendikte, anak harus berpikir berulang kali untuk memahami informasi yangbaru ditangkapnya. Lalu ia harus menuangkan informasi tersebut dalam catatan. Akibat kurangnya memori verbal menjadikanya tak bisa memahami atau mengolah informasi yang ditangkap.

Gejala umum akan lebih mudah dilihat ketika anak memasuki usia cukup besar atau sudah masuk dalam bangku sekolah. Dimana mengharuskan untuk membaca dan menulis. Misalnya :

  • Kurang mampu mengerti dan mengolah kata seperti mencampur adukan kata-kata atau frasa
  • Memerlukan waktu yang cukup lama ketika belajar bunyi abjad
  • Kurang memiliki kepercayaan diri saat membaca buku
  • Lemah dalam menghafalkan urutan (seperti abjad atau hari), nama, dan objek
  • Sulit mengidentifikasi huruf dan angka seperti terbalik antara angka 4 dan h
  • Lama memproses informasi baru sehingga pemahaman hal baru sangat kurang
  • Lama mengolah informasi ke dalam tulisan seperti saat di dikte
  • Kepekaan fonologi jongkok
  • Kemampuan berhitung dan berbahasa yang sangat kurang
  • Lamban dalam memahami rima atau pengulangan bunyi dan irama atau ritme lagu
  • Suka mendengar cerita, namun enggan untuk membaca sendiri karena harus berhadapan dengan huruf dan kata
  • Tulisan tangan yang jelek, tidak teratur seperti huruf kadang diatas kadang dibawah, dan susah dibaca

Diagnosa

Untuk mendiagnosis gangguan ini, Dokter maupun Psikolog membutuhkan informasi lengkap seperti :

  • Perkembangan Individu yang meliputi riwayat pendidikan serta kesehatan
  • Kondisi Individu saat di rumah, sekolah, dan pergaulannya dengan orang lain
  • Pengisian kuisioner oleh anggota keluarga dan guru pendamping
  • Tes Pemeriksaan yang meliputi membaca, berhitung, kemampuan mengingat, dan kemampuan verbal
  • Tes Kesehatan seperti penglihatan, pendengaran, dan neurologi untuk mengecek kenormalan fungsi auditori dan visual. Kemungkinan terbesar jika terjadi ketidaknormalan, maka ada
  • factor lain yang menjadi penyebab gangguan tertentu
  • Tes Psikologi untuk mengetahui kondisi kejiwaan pada anak. Misal adanya kecemasan, depressi, tekanan atau disorder lain yang menghambat pertumbuhan anak.

Dengan adanya diagnosis, maka aokter akan memberikan penanganan pas sesuai dengan kondisi anak. Sehingga penderita bisa menjadi lebih baik keadaanya. Gangguan ini memang tak ada obatnya. Karena pada dasarnya, suatu gangguan merupakan ketidaknormalan fungsi tubuh secara genetis. Hanya saja ada penanganan khusus untuk mengurangi atau mengatasinya.

Penanganan

Salah satu penanganan untuk anak disleksia adalah dengan pemberian perhatian khusus secara intensif. Porsi belajar untuk mengingat huruf atau abjad memerlukan waktu lama dan panjang. Usahakan kondisi anak yang selalu stabil dalam keadaan yang menyenangkan. Lakukan metode balajar anak di outdoor dengan permainan, sehingga anak akan mengingat huruf tersebut lewat pengalaman bermainnya.

Untuk mengasah kemampuan verbal, dapat dimulai dengan membacakan cerita yang disukainya. Misal untuk anak perempuan lebih memfavoritkan cerita dongeng, khayalan, fantasi, seperti puteri kerajaan, Barbie, dan princessa. Sedangkan untuk anak laki-laki lebih menjurus ke yang adventure, seperti kisah perjalanan di suatu Negara yang sangat menakjubkan, atau cerita luar angkasa.

Terapi Disleksia

Seorang anak yang menyandang gangguan disleksia terpaksa dimasukan dalam kategori ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Beberapa terapi yang mampu untuk menguranginya adalah :

1. Terapi Integrasi Sensori

Terapi ini difokuskan pada pemecahan masalah yang berkaitan dengan sensori atau sistem indera anak. Jadi ketika anak mengalami masalah dengan gangguan pendengarannya, sehingga harus belajar di suasana yang tenang. Misalnya, mengganti jam belajar di waktu dini hari atau pagi sebelum subuh. Dengan begitu anak akan terbiasa memecahkan masalahnya sendiri.

2. Terapi Orthopaedagogy

Terapi yang lebih difokuskan pada pengulangan sesuatu untuk memperbaiki kemampuannya. Jangan lupa untuk memperhatikan anak dalam berkonsentrasi, kecepatan belajar, kemandirian, respon-respon, kooperatif, komunikatif, daya ingat, dan problem solving.

Pada pertemuan pertama kemajuan anak terasa lambat, namun setelah pengulangan berulang kali, anak akan lebih mandiri.

3. Terapi dengan Game

Menurut penelitian terakhir tahun 2013 oleh mahasiswa UGM, mereka menemukan game yang bisa digunakan sebagai terapi oleh anak disleksia. Dengan menggunakan aplikasi Microsoft Kinect, memudahkan anak untuk memahami huruf dan melatih otak kiri serta kanan dengan baik. Dengan adanya game yang menarik daya minat anak-anak, game ini dilengkapi dengan fitur yang mampu mengasah kemampuan verbal anak.

Salah satunya dengan adanya Proununcing game atau Spelling. Fitur ini mendorong anak untuk mengucap kata-kata sulit.

Dengan dorongan yang dimodifikasi oleh alat game, tentu hasilnya berbeda dengan dorongan yang disuruh orang lain. Jika dorongan yang di suruh orang lain sifatnya lebih memaksa. Apalagi anak harus mengucapkan berulang kali dalam sehari-hari. Maka akan timbul kebosanan dan emosi yang membuncah dihatinya. Berbeda jika anak harus mengucapkan atas dasar kemauan pribadinya. Ia akan berlatih karena dorongan dalam diri sendiri untuk bisa.

Model Belajar Disleksia

Beberapa hal yang mampu merangsang pola belajar dan mengingat anak disleksia adalah :

  • Belajarlah sambil bermain dan mewarnai

Anda bisa menggunakan pensil warna warni atau dengan cat untuk memulai mempelajari huruf atau abjat. Dengan keadaan yang berwarna-warni, membuat emosional anak menjadi positif. Sehingga terkesan menyenangkan.

  • Belajar dari kata-kata pendek

Anak disleksia mengalami kesulitan mengingat kata. Sehingga mulailah dengan memberikan pelajaran dimulai dari kata-kata yang pendek.

  • Menggunakan alat bantu

Adanya video atau gambar akan lebih merangsang memori anak. Apalagi jika divariasikan dengan sesuatu yang disukai si anak.

  • Hindari suara keras

Anak disleksia beranggapan bahwa dunianya terlalu berisik. Konsentrasi mereka sangat mudah terpecahkan jika mendengar suara keras. Oleh karena itu jangan memaksa anak untuk membaca keras di kelas. Mereka lebih menyukai bekerja dalam diam dan sunyi.

Menurut penelitian, pemberian edukasi secara intensif lebih baik di kala usia anak masih dibawah 8 tahun. Dan orientasi lebih pada pemantapan membaca dan menulis. Mulailah pengenalan abjat, menghafal, lalu diajarkan untuk mengeja. Selain itu dilatih secara kontinu untuk menulis huruf. Lebih didalami untuk beberapa huruf yang memiliki karakteristik yang hampir mirip. Seperti huruf b dan d, huruf a dan e, huruf m dan n, huruf m dan w, dan lain sebagainya.

Peran Orang Tua Anak Disleksia

Orang tua adalah tempat berlindung untuk anak, sebagai tempat pulang dari segala kehidupan pelik dunia. Jadi buatlah anak anda merasa nyaman. Sungguh seorang gangguan disleksia, satu-satunya yang terpenting bagi kehidupannya adalah kedekatan dan kasih sayang orang tua.

Ingat, anak anda bukan cacat. Hanya saja ia berbeda dari yang lain, dan tugas anda adalah menggali potensi ‘yang lain’ tersebut. Mungkin dunia akan menertawakan kekuranganya, meremehkan ketidakmampuanya. Siapapun pasti akan merasa kesal, sehingga kadang mereka tak bisa mengontrol emosi dan perasaan diri yang selalu direndahkan dan dianggap remeh.

Bahkan saat yang lain tak lagi mau menerimanya, orang tua adalah satu-satunya teman, sahabat, pelindung, dan tempat berteduh dari dunia. Kesabaran penuh memang tameng andalan anda. Anda harus mengisi amunisi kesabaran, men-charge penuh motivasi untuk penderita gangguan ini.

Mudah sekali mereka down. Mudah sekali mereka menumpahkan air mata. Sungguh mereka cemburu dengan anak lain yang bisa membaca dan menulis dengan mudah. Tapi anak dislesksia harus belajar ratusan bahkan ribuan kali untuk menulis satu huruf saja.

Anak disleksia memang bukan bintang bersinar di angkasa. Namun ia adalah permata yang kemilaunya di tutupi oleh karang dan letaknya di dasar laut.

Penemu dengan Gangguan Diseleksia

Seorang anak yang menderita gangguan disleksia memiliki kemampuan yang luar biasa dibidang lain. Siapa sangka ilmuwan penemu lampu, Thomas Alfa Edison, pelukis dunia yang terkenal dengan lukisan Monalisa, Leonardo da Vinci, serta actor dunia terkenal seperti Tom Cruise ternyata juga memiliki gangguan disleksia. Namun prestasi besar yang dibuatnya membuat orang-orang mengabaikan gangguannya dalam membaca.

Anda bisa mengetes dengan berbagai permainan yang merangsang kemampuan kognitif. Misal dengan bermain puzzle, menggambar, mewarnai, dan berimajinasi. Mintalah bantuan dari guru kelas yang mendampinginya serta memantau terus perkembangannya. Siapa tahu anak anda adalah ‘the next’

Penyakit Alkaptonuria

admin No Comments
Penyakit Alkaptonuria

Alkaptonuria merupakan sebuah kondisi kelainan bawaan yang termasuk langka di mana seseorang dapat mengalaminya apabila tubuh tak mampu memroduksi enzim homogentisic dioxygenase yang cukup. Enzim tersebut juga disebut sebagai ensim HGD di mana fungsi utamanya adalah sebagai pemecah asam homogentisat yang merupakan zat beracun. Ketika enzim HGD tidak terproduksi secara cukup, maka otomatis zat beracun tersebut akan terbentuk di dalam tubuh.

Sebaiknya tidak menganggap enteng akan kondisi ini karena sekalinya asam homogentis tersebut menimbun di dalam tubuh, tulang serta tulang rawan akan mengalami perubahan warna serta tingkat kerapuhan pun bertambah. Osteoartritis merupakan salah satu kondisi gangguan kesehatan yang disebabkan oleh penumpukan asam homogentis tersebut.

Osteoartritis dalam kasus ini bisa saja terjadi pada tulang belakang sekaligus sendi besar kita. Tak hanya itu, penting pula untuk mengetahui bahwa seorang penderita alkaptonuria pun mampu memiliki urine yang mengalami perubahan warna menjadi kehitaman atau kecoklatan ketika udara mengenainya. Untuk lebih jauh, berikut adalah beberapa informasi terkait alkaptonuria.

Penyebab

Dalam kondisi tubuh yang normal, dua senyawa yang membentuk protein asam amino akan dipecah oleh tubuh, yakni fenilalanin serta tirosin. Pemecahan dilakukan oleh tubuh lewat serangkaian reaksi kimia, namun pada kondisi alkaptonuria, enzim pemecah hasil metabolisme tirosin tak dihasilkan tubuh secara cukup. Bukan hanya efeknya menjadikan urine berwarna gelap saat terkena udara, sebagian asam homogentisat menimbun yang kemudian menjadi pigmen yang warnanya hitam.

Lalu, apa sebenarnya penyebab utama dari ketidakmampuan tubuh dalam memroduksi enzim tersebut? Karena kondisi alkaptonuria merupakan kelainan bawaan, maka ini tentu ada kaitannya dengan mutasi gen dari pemroduksi enzim homogentisic dioxygenase, yaitu mutasi gen homogentisate 1,2-dioxygenase/HGD.

Kondisi mutasi gen tesebut yang menjadi faktor timbulnya kelainan dan kelainan yang terjadi pada dasarnya diturunkan oleh kedua orang tua di mana istilah untuk penurunan kelainan tersebut adalah secara autosomal resesif. Kelainan baru akan muncul ketika diturunkan oleh kedua orang tua, jadi bila hanya salah satu saja maka kelainan tak akan terjadi.

Penyakit satu ini tergolong langka di mana menurut National Organization of Lare Disorders atau NORD, tidaklah diketahui jumlah perkiraan kasus alkaptonuria ini dan perkiraannya adalah terjadinya penyakit ini ada pada 1 dari 250 ribu sampai 1 juta jiwa di Amerika. Wilayah tempat tinggal pun menjadi faktor risiko di mana kasus alkaptonuria ditemukan pada daerah tertentu di Republik Dominika, Jerman serta Slowakia.

Gejala

Alkaptonuria dapat terlihat ketika seseorang masih bayi di mana tanda-tandanya justru kerap kali diabaikan sebab tak begitu jelas kelihatan. Tanda awal ketika bayi pada umumnya akan kelihatan pada popoknya, yakni adanya noda berwarna hitam di sana.

Namun seiring usia si kecil bertambah, gejala makin nampak jelas, khususnya bila kita memerhatikan bagian telinga, kulit, mata serta kuku dan juga organ-organ tubuh lainnya. Adapun gejala yang kelihatan antara lain adalah:

  • Mata – Untuk tanda-tanda yang terlihat pada mata adalah noda yang warnanya keabuan atau malah berwarna coklat di bagian putihnya.
  • Kulit dan Kuku – Untuk tanda-tanda yang terlihat pada kulit serta kuku adalah kuku yang warnanya berubah kebiruan, sementara pada kulit ada perubahan warna pada bagian ketiak, pipi, dahi serta area kelamin. Bahkan warna keringat pun bisa terlihat mengalami perubahan.
  • Telinga – Untuk tanda-tanda yang terlihat pada telinga adalah perubahan warna menjadi biru agak hitam pada tulang rawan telinga atau yang kita sebut dengan ochronosis. Kotoran telinga pun mengalami warna yang berubah menjadi coklat agak merah serta hitam.
  • Sulit bernapas atau sesak napas.
  • Pembuluh darah melemah serta kaku.
  • Adanya pembentukan batu ginjal.
  • Penyakit katup jantung.
  • Gangguan prostat hingga kandung kemih.
  • Muncul gejala awal osteoartritis seperti kekakuan di bagian tulang punggung serta sendi lutut dan juga panggul serta bahu. Kemungkinan besar kemunculan gejala adalah pada usia 20 atau 30 tahun.

Masalah jantung juga dapat ditimbulkan dari alkaptonuria ini, di mana katup jantung mengeras sebagai akibat dari asam homogentis yang menumpuk. Itulah yang menjadi faktor mengapa katup jantung tak bisa menutup secara sempurna yang pada akhirnya memicu kelainan katup mitral dan aorta. Kasus ini pun bisa menjadi makin buruk dan penderita kemungkinan memerlukan penggantian katup jantung. Bahkan risiko tekanan darah tinggi pun cukup besar bagi penderita alkaptonuria karena penumpukan asam homogentis menjadi penyebab pengerasan pembuluh darah.

Pengobatan

Setelah gejala nampak jelas, perlu untuk segera ke dokter untuk menempuh beberapa metode pemeriksaan. Temuilah dokter apabila urine yang keluar warnanya keruh dan gelap, yakni berwarna kecoklatan atau hitam saat terkena paparan udara. Dengan begitu, dokter biasanya meminta pasien menempuh pemeriksaan urine, begitu juga tes DNA agar diketahui apakah memang ada mutasi gen HGD.

Setelah diperiksa dan dokter memang menyatakan bahwa pasien positif mengalami alkaptonuria karena terdeteksi adanya mutasi gen HGD, barulah dokter mampu memberikan solusi perawatan bagi pasien. Apabila kondisi diketahui saat usia masih kanak-kanak, maka dokter akan berupaya untuk membuat perkembangan penyakit menjadi lebih lambat, yakni dengan cara:

  • Tips diet sehat dengan mengonsumsi makanan rendah protein. Dengan cara ini, kadar fenilalanin serta tirosin di dalam tubuh otomatis akan turun.
  • Vitamin C. Pemberian vitamin C bertujuan agar penumpukan asam homogentisat dapat terhambat pada bagian tulang serta tulang rawan.
  • Nitisinone. Ini adalah nama obat yang kiranya juga diberikan oleh dokter dengan tujuan agar kadar asam homogentisat bisa turun di dalam tubuh. Obat ini diketahui sangat efektif bila digunakan untuk menghambat enzim pembentuk asam homogentisat pada tubuh penderita gejala alkaptonuria.
  • Penggunaan obat anti-inflamasi dan obat pereda rasa sakit. Tujuan pemberian obat ini bagi penderita gejala alkaptonuria adalah untuk mengatasi gejala osteoartritis, yakni nyeri pada sendi.
  • Fisioterapi. Cara ini termasuk jenis terapi syaraf kejepit yang juga penting dalam perawatan dan masa pemulihan penderita gejala alkaptonuria. Ada alat yang kita sebut dengan TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation) yang berguna membuat mati rasa ujung saraf tulang belakang sehingga rasa nyeri dapat berkurang.
  • Anjuran untuk berolahraga ringan. Karena sendi bisa terasa kaku dan nyeri, maka dokter pada umumnya akan menganjurkan penderita untuk melakukan olahraga teratur. Olahraga yang perlu dilakukan pun cukup yang ringan-ringan saja supaya tingkat keparahan gejala bisa terhambat sekaligus membuat sendi serta otot makin kuat. Pilates dan Yoga pun termasuk latihan fisik yang sangat membantu masa pemulihan.
  • Operasi. Bila memang perlu adanya pembedahan, maka dokter akan menyarankannya bagi Anda. Jika memang bagian pinggul, lutut dan bahu memerlukan pembedahan berikut juga penggantian katup jantung mitral dan aorta, maka penderita bisa mengonsultasikannya dengan dokter. Bahkan untuk masalah bati ginjal atau prostat kronis pun kiranya dibutuhkan pula operasi sesuai dengan tingkat keparahan kondisi.

Untuk bisa memperoleh penanganan paling tepat bagi kondisi alkaptonuria, tak perlu ragu untuk berkonsultasi dan mendiskusikannya dengan dokter Anda. Bahkan bicarakan juga ada tidaknya efek samping yang terjadi dengan perawatan yang diberikan.

Penyakit Cacar Air

admin No Comments
Penyakit Cacar Air

Cacar air adalah sebuah penyakit kulit yang umumnya terjadi pada anak-anak. Cacar ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Cacar air juga merupakan penyakit menular, yang virusnya dapat menyebar dengan sangat mudah dari seseorang yang sedang terinfeksi cacar. Ruam pada kulit yang melepuh akan terasa sangat gatal dan dapat mengelupas dengan mudah jika tergaruk. Jika sudah digaruk, virus dapat terkontaminasi pada benda apa pun yang terkena permukaan kulit yang sudah tergaruk tersebut.

cacar airVirus penyebab cacar air juga sebetulnya bisa menyebar melalui cairan tubuh yang dikeluarkan saat orang yang terinfeksi tersebut bersin atau batuk. Virus yang terbawa di dalam cairan tubuh tersebut dapat terhirup atau tersentuh, selanjutnya dapat menginfeksi apalagi jika belum pernah terkena cacar air sebelumnya.

Fakta Mengenai Cacar Air

Ada beberapa fakta yang perlu anda ketahui mengenai cacar air. Baik bagi anda yang sudah atau pun belum pernah mengalami cacar air, berikut beberapa fakta tentang penyakit kulit cacar air:

  • Umumnya terjadi pada anak – anak.
  • Seseorang hampir dapat dipastikan akan mengalami cacar air setidaknya satu kali dalam seumur hidup.
  • Cacar air sangat menular.
  • Cacar air disebabkan oleh virus varicella zoster
  • Anda dapat tertular cacar air jika berada dalam satu ruangan dengan orang yang sedang terinfeksi cacar air.
  • Kontak langsung dengan seseorang yang menderita cacar air dapat menyebabkan anda tertular cacar air dengan mudah.
  • Masa inkubasi virus di dalam tubuh sejak terinfeksi adalah minimal 7 hari dan maksimal 21 hari.

Satu hal lagi, jika anda sudah pernah mengalami cacar air, sangat kecil kemungkinan anda akan mengalami cacar air kembali. Seseorang yang terinfeksi virus varicella zoster, dua hari saat masa inkubasi sebelum ruam – ruam kemerahan pada kulit muncul, pada saat itulah virus penyebab cacar air di dalam tubuh anda sedang dalam kondisi yang sangat aktif dan anda dapat menularkannya pada orang lain. Lima hari setelah ruam muncul juga merupakan saat dimana virus dalam kondisi sangat menular. Setelah ruam mongering, di saat itulah virus sudah tidak lagi menular dan seseorang yang terinfeksi virus cacar air sudah dapat dikatakan sembuh.

Penyebab

Virus varicella zoster merupakan faktor penyebab utama seorang terkena cacar air. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan karena dapat menyebabkan virus varicella zoster ini menular dan menginfeksi. Virus ini akan menyebar dan mengkontaminasi barang-barang apa saja yang bersentuhan dengan kulit atau air liur orang yang sedang mengalami cacar air.

Berikut ini cara penyebaran varicella zoster :

  • Varicella zoster, jenis virus yang dapat menular dengan mudah
  • Bersentuhan dengan orang yang terinfeksi varicella zoster
  • Terkena air liur dari bersin atau batuk orang yang terinfeksi varicella zoster
  • Kontak langsung dengan ruam cacar air
  • Menyentuh barang-barang yang sudah terkontaminasi virus penyebab cacar.

Faktor Resiko

Walaupun semua hampir bisa dipastikan akan terkena penyakit bernama cacar air ini, setidaknya satu kali dalam seumur hidupnya. Ada beberapa orang yang memiliki resiko jauh lebih tinggi dapat terkena cacar air. Siapa saja mereka?

  • Orang yang baru saja bersentuhan dengan orang yang sedang mengalami cacar secara langsung
  • Anak-anak berusia kurang dari 12 tahun
  • Orang dewasa yang tinggal bersama anak-anak yang memiliki usia kurang dari 12 tahun.
  • Orang yang banyak menghabiskan waktu di sekolah
  • Orang yang banyak menghabiskan waktu di tempat penitipan anak
  • Orang yang sedang menjalani pengobatan untuk penyakit tertentu
  • Orang dewasa atau anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah seperti penyakit paling mematikan di dunia HIV/AIDS.
  • Anak-anak yang sedang menjalani kemoterapi
  • Anak-anak penderita masalah paru-paru yang parah
  • Anak-anak dengan masalah kulit serius
  • Bayi berusia kurang dari satu bulan
  • Wanita hamil

Gejala

Normalnya, gejala cacar air dapat terlihat 14 hingga 16 hari setelah seseorang terinfeksi virus varicella zoster. Pada beberapa kasus, gejala cacar air bisa muncul bahkan mulai dari 10 hingga 21 hari setelah virus masuk ke dalam tubuh. Adapun gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Suhu badan tinggi hingga lebih dari 38 derajat celsius.
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Muncul ruam merah disertai nanah di seluruh tubuh
  • Ruam terasa sangat gatal
  • Kurang nafsu makan

Ciri-ciri

Ciri-ciri cacar air yang muncul bisa berbeda pada setiap orang, termasuk cacar air pada anak. Bisa saja seorang yang terkena cacar air mengalami gejala demam namun tidak disertai bintik atau ruam berwarna merah dan bisa juga sebaliknya. Bintik-bintik kemerahan atau ruam pada kulit biasanya muncul dimulai dari wajah, lalu turun ke leher. Di leher ini biasanya menjadi pusat paling banyak terjadinya bintik berwarna merah. Baru setelah itu ruam menyebar ke lengan dan kaki.

Selama gejala cacar air berlangsung, seluruh tubuh akan merasakan rasa sakit dan tidak nyaman. Baru setelah cairan pada ruam mengempis dan mengering, orang yang terkena cacar baru akan merasa sehat kembali. Butuh waktu 2 minggu hingga ruam dan cairan di dalamnya benar-benar hilang dari seluruh tubuh.

Perlu diwaspadai jika seseorang yang mengalami cacar khususnya pada orang dewasa dan bayi, dapat mengalami komplikasi penyakit lain.

Komplikasi

Ada beberapa komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh cacar air bila saat gejala berlangsung tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Komplikasi ini tidak semua orang yang terkena cacar akan mengalaminya.

  • Bekas ruam dapat meninggalkan bintik-bintik berwarna hitam, jika selama gejala berlangsung terus digaruk atau menggores ruam yang berisi cairan tersebut.
  • Ruam yang berair bisa terinfeksi kuman, virus atau bakteri lain yang dapat mengakibatkan gejala cacar air lebih parah. Kasus seperti ini biasanya terjadi pada anak-anak
  • Penyakit pneumonia atau inflamasi pada paru-paru
  • Penyakit encephalitis atau inflamasi pada otak
  • Sindrom Reye atau kondisi dimana terjadi gangguan otak sekaligus hati.
  • Apendiksitis
  • Inflamasi pada ginjal atau glomerulonephritis
  • Ataxia atau gangguan menggerakan badan
  • Inflamasi pada pankreas atau pankreatitis
  • Inflamasi pada testis atau orchitis
  • Inflamasi pada persendian atau arthritis
  • Inflamasi pada bagian-bagian mata.
  • Kerusakan syaraf

Meskipun demikian, tidak perlu khawatir karena komplikasi di atas sangat jarang terjadi. Tetapi perlu tetap berwaspada, dan segera ke dokter jika muncul gejala seperti :

  • Sulit bernafas
  • Batuk-batuk
  • Sakit perut
  • Sakit tenggorokan
  • Kelelahan
  • Lemah dan lesu khususnya pada bagian kaki
  • Mudah mengantuk
  • Gangguan pada gerak
  • Sakit kepala semakin parah
  • Sulit makan atau minum dikarenakan ruam pada bibir semakin banyak dan sakit
  • Ruam menjadi bernanah dan mengeluarkan darah
  • Sakit pada tubuh secara keseluruhan

Diagnosa

Orang yang terkena cacar air biasanya tidak perlu melakukan tes atau pemeriksaan untuk mendiagnosa apakah mereka terkena cacar air atau penyakit lainnya. Ruam gejala cacar air ini bentuknya berbeda dengan ruam yang ditimbulkan akibat gigitan seranggga atau yang lainnya. Sehingga, cukup dengan melihatnya saja kita sudah bisa tahu apakah itu cacar air atau bukan. Jika belum merasa begitu yakin dengan gejala penyakit yang dialami, bisa langsung berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter, apalagi jika termasuk di dalam kategori yang memiliki resiko tinggi terkena cacar air.

Setelah anda memeriksakan diri ke dokter, untuk memastikan dokter akan melakukan tes darah padaa. Tes darah juga ditujukan untuk mengetahui apakah tubuh memproduksi antibodi yang bisa melawan virus varicella zoster. Jika hasil tes menunjukan tubuh memproduksi antibodi, maka tubuh dapat melawan virus cacar. Namun jika tidak, dokter akan memberikan vaksin atau obat-obatan tertentu dan mungkin jika diperlukan, akan mendapatkan pengobatan lainnya.

Pengobatan

Umumnya pengobatan untuk cacar air adalah untuk meredakan gejalanya. Berikut beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala-gejala cacar air:

  1. Aspirin – Obat ini berfungsi untuk meredakan demam rasa sakit yang timbul sebagai gejala awal cacar air. Perlu diingat, tidak boleh memberikan aspirin pada anak-anak karena efek sampingnya bisa sangat membahayakan hati dan otak.
  2. Lotion yang mengandung calamine – Lotion calamine bisa berguna untuk meredakan rasa gatal pada ruam – ruam yang muncul di kulit.
  3. Diphenhydramine atau Benadryl – Bisa diberikan untuk meredakan rasa gatal gejala cacar air.
  4. Acyclovir atau zovirax – Obat ini bisa diberikan untuk penderita cacar air untuk mengurangi dan meredakan infeksi. Namun, obat ini bisa efektif jika diberikan pada masa awal sejak terinfeksi virus varicella zostar. Selain itu, obat ini juga umumnya diberikan pada orang yang memiliki resiko tinggi mengalami komplikasi.
  5. Obat penenang – Antihistamine seperti Chlorphenamine (Piriton®) bisa membantu menenangkan dan juga bisa berfungsi sebagai obat tidur jika rasa gatal tidak tertahankan.
  6. Paracetamol – seperti ibuprofen berbentuk cair atau tablet yang dihaluskan bisa diberikan pada anak untuk meredakan demam. Namun, jangan berikan ibuprofen pada anak yang menderita asma.

Penanganan selain obat :

  • Lepas pakaian anak anda untuk meredakan panas atau demamnya
  • Perbanyak minum.
  • Jangan digaruk. Pada anak – anak, anda bisa memakaikan sarung tangan khususnya di malam hari saat anak tidur.
  • Potong kuku anak
  • Mandi air dingin dengan campuran baking soda dan oatmeal bisa membantu meredakan rasa gatal
  • Mandi air hangat juga bisa untuk meredakan rasa gatal

Pencegahan

Pada orang yang sudah pernah mengalami cacar air, ini berarti tubuh sudah membentuk antibodi yang akan membantu virus tidak dapat menginfeksi lagi. Namun, bagi yang belum pernah terkena cacar air, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah cacar air, yaitu:

  • Pastikan anak mendapatkan imunisasi cacar air saat dia berusia satu tahun.
  • Vaksin cacar air juga dapat diberikan untuk mencegah cacar air yang berfungsi sebagai booster dapat diberikan saat anak berusia empat tahun.
  • Pada orang dewasa, vaksin bisa diberikan beberapa kali untuk mencegah cacar air.
  • Lakukan kebiasaan sehat seperti memotong kuku, dan ajarkan pula kebiasaan tersebut pada anak. Kuku yang panjang bisa menjadi tempat berkembangnya kuman, bakteri maupun virus.
  • Jauhi orang yang sedang terkena cacar air agar tidak tertular.

Pencegahan cacar air yang berupa pemberian vaksin bisa menyebabkan beberapa efek samping. Tetapi tidak perlu takut karena efek sampingnya tidak terlalu berat, seperti kulit kemerahan, pembengkakan pada area yang disuntik vaksin, dan bentol-bentol.