Penyakit Epilepsi Yang Seharusnya Diketahui

Penyakit Epilepsi Yang Seharusnya Diketahui

admin No Comments
Penyakit Epilepsi Yang Seharusnya Diketahui

Banyak beredar anggapan bahwa penyakit epilepsi hanya terdiri dari satu jenis saja yaitu kejang-kejang. Padahal, penyakit ini juga memiliki klasifikasinya masing-masing. Kejang-kejang sendiri merupakan epilepsi yang ada pada klasifikasi kedua. Epilepsi dapat menimpa seseorang sebagai akibat dari aktivitas listrik neuron yang ada dalam otak. Aktivitas neuron ini terjadi secara berlebihan dan cenderung abnormal sehingga memunculkan adanya bangkitan epilepsi tanpa penyebab atau provokasi dari luar. Epilepsi biasa juga disebut penyakit ayan dan dipicu bakter bahkan virus. Gejala epilepsi bisa direndam dengan bantuan dari orang-orang yang berada di sekitar penderita. Penyakit ini juga biasa disebut ayan dan dapat terjadi pada siapapun karena bukan termasuk penyakit genetik.

Terdapat beberapa jenis penyakit epilepsi. Pertama adalah epilepsi idiopatik umum di mana seringkali terjadi pada seseorang yang dalam riwayat keluarganya memiliki epilepsi. Epilepsi jenis ini seringkali muncul pada masa kanak-kanak hingga remaja. Namun umumnya pada jenis ini, epilepsi tidak akan terdiagnosa hingga dewasa. Pada jenis ini, tidak terdapat tanda kelainan pada sistem syaraf dan bisa diidentifikasi secara baik menggunakan studi EEG ataupun studi gambar MRI. Penderita akan memiliki tingkat kecerdasan yang normal. Jenis-jenis kejang yang dapat mempengaruhi pasien epilepsi idiopatik umum termasuk kejang mioklonik yaitu sentakan ekstrim secara tiba-tiba dan dengan durasi singkat, kejang tidak sadar berupa tatapan kosong serta kejang tonik-klonik umum.

Jenis epilepsi yang kedua ialah epilepsi petit mal. Epilepsi ini menyebabkan terjadinya gangguan kesadaran yang terjadi secara tiba-tiba. Penderita bisa mendadak bengong dan tidak sadar tanpa adanya reaksi apapun. Setelahnya, ia akan bisa kembali normal dalam melakukan aktivitasnya semula. Ketiga ada epilepsi grand mal. Epilepsi ini terjadi secara mendadak. Penderita bisa kehilangan kesadaran kemudian kejang-kejang dan napasnya berbunyi sembari mengeluarkan busa dari dalam mulut. Berikutnya ada epilepsi myoklonik juvenil. Penderita bisa mengalami kontraksi singkat di satu ataupun beberapa otot, baik yang ringan dan tidak terlihat sampai yang hebat dan menyentak seperti jatuh secara tiba-tiba.

Selanjutnya ada lagi epilepsi idiopatik parsial. Epilepsi ini dimulai sejak masa kanak-kanak di usia lima atau delapan tahun dan kemungkinan da riwayat epilepsi pada keluarga. Epilepsi jenis ini seringkali disebut BFEC dan merupakan salah satu dari jenis epilepsi yang paling ringan. Epilepsi ini biasanya akan hilang di masa pubertas dan tidak lagi didiagosis saat seseorang telah dewasa. Kejang-kejang dapat terjadi saat seseorang sedang tidur dan juga kejang motorik parsial sederhana dan biasa melibatkan wajah serta kejang sekunder umum. Epilepsi jenis ini umumnya akan didiagonis menggunakan alat EEG. Demikian adalah uraian seputar penyakit epilepsi dan juga jenis-jenisnya. Semoga informasi di atas bermanfaat.

Penyakit Flu Babi

admin No Comments
Penyakit Flu Babi

Salah satu penyakit yang sempat menggemparkan Indonesia adalah flu babi. Penyakit ini memiliki potensi untuk berkembang di Indonesia dan dapat menulari ke manusia. Penyakit ini sendiri berasal dari Meksiko dan keganasannya hampir bisa dipastikan masih berada di bawah dari flu burung yang juga sempat mewabah di Indonesia. Flu babi atau H1N1 sendiri sebenarnya sudah merupakan hal yang lazim dan sudah ada di Indonesia sejak dulu. Subtipe flu babi di Indonesia sendiri termasuk yang klasik serta tidak berbahaya. Sedangkan untuk H1N1 dari Meksiko inilah yang dikenal berbahaya. Menurut riset yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, virus H1N1 tipe Meksiko dicurigai merupakan gabungan antara flu unggas, flu babi dan juga flu manusia yang telah berubah di tubuh babi.

Hipotesis mengenai gabungan flu dalam tubuh babi ini telah mulai dikemukakan sejak 2005, namun saat itu masih ada sebagian kalangan yang menentang. Virus yang berada di tubuh babi sendiri akan lebih mungkin  menular ke tubuh manusia. Ini karena manusia serta babi sama-sama merupakan mamalia sehingga cenderung memiliki kesamaan. Hal ini berbeda dengan flu unggas yang tidak bisa langsung menular ke tubuh manusia. Secara teoritis, virus yang ada pada unggas tidak akan bisa menular secara langsung ke tubuh manusia seperti mamalia. Harus ada faktor perantara mamalia lain.

Dalam tubuh babi, virus nantinya akan mengalami perubahan dalam dua pola. Pola yang pertama adalah adaptasi. Jika pola ini terjadi, maka dampak yang diberikan tidak akan terlalu berbahaya karena tidak terjadi perubahan dalam struktur virus. Sementara pola kedua ialah penyusunan ulang virus. Dalam pola ini, virus akan dapat berkembang menjadi kombinasi antara flu babi, flu manusia dan juga flu unggas. Berdasarkan penjelasan yang ada di Amerika Serikat, kemungkinan besar pola yang ada ialah jenis reassortan atau penyusunan ulang ini. Apabila hal ini terjadi, maka tidak menutup kemungkinan flu babi juga dapat berkembang di Indonesia.

Keganasan virus H1N1 tipe Meksiko juga tidak seperti virus H5N1. Dari sekitar seribu lima ratus kasus yang ada di dunia, sekitar seratus lima puluh atau sepuluh persen di antaranya berakhir dengan kematian. Virus ini dapat menyebar dengan cepat akan tetapi memiliki daya rusak yang rendah. Sebaliknya, virus H5N1 dapat menyebar dengan lambat dan memiliki daya rusak sangat tinggi. Dalam waktu kurang dari satu bulan, virus H1N1 tipe Meksiko telah menjangkiti hingga ribuan orang. Sementara virus H5N1 hanya tercatat menjangkiti tiga ratus orang di seluruh dunia.  Virus yang memiliki pola penyusunan ulang akan dapat dengan cepat menular dan memiliki daya rusak yang tinggi.

Penyakit Disentri Amuba

admin No Comments
Penyakit Disentri Amuba

Disentri merupakan penyakit radang yang menyerang usus besar. Penyakit ini seringkali ditandai dengan adanya rasa sakit pada perut serta buang air besar secara terus menerus bercampur darah dan lendir. Disentri dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan penyebabnya, yaitu disentri amuba serta disentri basiler. Penyebab paling umum dari disentri amuba ialah infeksi parasit dari golongan Entamoeba histolytica. Sementara penyebab dari disentri basiler adalah infeksi bakteri Shigella. Kuman ini akan menular dari satu orang ke orang lain melalui air serta makanan yang sudah terkontaminasi. Kuman penyakit juga bisa menular melalui lalat karena lalat seringkali hinggap di atas kotoran atau tempat-tempat yang kotor.

Parasit Entamoeba hystolytica sendiri akan hidup di dalam usus besar dan memiliki dua bentuk. Pertama adalah bentuk bergerak dan juga bentuk tidak bergerak. Parasit yang tidak bergerak tidak akan menyebabkan gejala, sementara pada bentuk yang bergerak akan menyebabkan perut mulas terutama apabila menyerang bagian dinding usus. Gejala lain yang terlihat adalah perut kembung, diare dengan darah did alamnya serta suhu tubuh yang meningkat. Disentri basiler sendiri biasanya akan menyerang secara tiba-tiba, kira-kira dua hari setelah tubuh terkena paparan kuman atau bakteri Shigella. Gejala yang terjadi di antaranya adalah demam, muntah-muntah, mual, tidak nafsu makan serta diare.

Apabila disentri basiler tidak diobati maka dalam dua hingga tig ahari kemudian akan keluar lendir, darah serta nanah dari feses penderita disentri. Penderita disentri basiler sendiri akan mengalami diare hebat di mana dapat mengeluarkan feses hingga dua puluh sampai tiga puluh kali dalam sehari sehingga tubuh menjadi lemas dan kurus. Mata juga akan menjadi cekung karena tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi hebat. Hal ini tidak bisa dianggap remeh karena dehidrasi hebat dapat berujung paa kematian. Gejala lain yang sering terjadi juga adalah perut yang terasa nyeri serta kejang. Penyakit disentri sendiri cenderung lebih cepat menyerang anak-anak. Kuman dapat masuk dalam organ pencernaan serta menyebabkan pembengkakan hingga peradangan usus besar.

Penderita disentri harus segera mendapat penanganan. Yang harus dihindari terutama adalah terjadinya dehidrasi karena bisa fatal akibatnya. Dalam keadaan yang darurat, dehidrasi ringan masih bisa diatasi dengan cairan oralit guna menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat muntah-muntah serta diare. Pencegahan yang bisa dilakukan di antaranya adalah menerapkan pola hidup bersih serta sehat. Selalu jaga kesehatan dari minuman serta makanan agar tidak terkontaminasi kotoran dan juga serangga yang membawa kuman. Jaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan tangan secara baik setelah buang air besar ataupun menjelang makan. Demikian informasi mengenai penyakit disentri amuba dan disentri basiler yang harus kita ketahui.

Ketahui Penyakit AIDS Sejak Dini

admin No Comments
Ketahui Penyakit AIDS Sejak Dini

AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome dan merupakan masalah yang muncul sebagai efek dari berkembangbiaknya virus bernama HIV atau Human Immunodeficiency Virus. Virus ini terutama akan menyernag sel pembawa darah putih atau sel CD4 dan merusak sistem kekebalan tubuh. Hilangnya daya tahan tubuh akan membuat penderita dapat dengan mudah dihinggapi beraneka macam penyakit bahkan penyakit yang ringan sekalipun. Virus HIV sekaligus akan menyasar sel CD4 untuk kemudian dijadikan lokasi tumbuhnya virus HIV yang baru untuk kemudian merusak sel CD4 ini sehingga tidak akan berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Seperti kita ketahui bahwa sel darah putih sangat digunakan dalam sistem kekebalan tubuh.

Apabila sistem kekebalan tubuh tidak tersedia dengan baik, maka tubuh akan rusak dan tidak dapat mengupayakan pertahanan dari penyakit. Penderita AIDS dapat meninggal dunia hanya karena penyakit ringan seperti influenza ataupun pilek biasa. Saat tubuh terjangkit virus HIV, hal ini tidak serta merta menjadikan penderita telah positif menderita AIDS pula. Penularan virus HIV dapat melalui transfusi dengan menggunakan jarum injeksi yang dipakai bergantian. Virus HIV juga secara umum ditularkan karena hubungan seksual yang tidak aman, terutama apabila berganti-ganti pasangan yang juga membawa virus ini. Karena sebab ini, HIV dapat ditularkan oleh dan dari laki-laki maupun perempuan.

HIV juga dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi ke bayinya lewat ASI yang dikonsumsi oleh sang anak. Penderita virus HIV sendiri pada biasanya tidak akan memberikan tanda ataupun gejala khusus. Penderita hanya akan mengalami demam tinggi selama tiga hingga enam minggu tergantung dari daya tahan tubuh penderita saat berkontak dengan virus HIV tersebut. Saat kondisi telah membaik, penderita HIV akan tetap dalam keadaan sehat selama beberapa tahun namun secara perlahan kekebalan tubuh akan menurun. Penderita kemudian dapat jatuh sakit karena serangan demam yang terjadi secara berulang. Cara untuk mendapat kepastian apakah seseorang menderita HIV adalah dengan menjalani tes berupa Uji Antibodi HIV.

Gejala penderita HIV sendiri dapat dilihat dari beberapa tanda di bawah ini. Pertama adalah saluran pernafasn yang terasa sesak, berhenti sejenak, batuk, demam serta nyeri dada. Tidak jarang jika stadium awal dari HIV seringkali diduga sebagai TBC. Penderita juga dapat mengalami gejala pada saluran pencernaan dengan hilangnya nafsu makan, muntah dan mual serta diare kronis. Gejala lainnya adalah kehilangan berat badan hingga sepuluh persen di bawah normal. Ini terjadi karena gangguan yang terjadi pada sistem protein serta energi yang ada di dalam tubuh. Dapat pula ditemukan adanya gangguan dalam sistem syaraf pusat dan menyebabkan sakit kepala hingga susah mengingat sesuatu.

Penyakit Asidosis Tubulus Renalis

admin No Comments
Penyakit Asidosis Tubulus Renalis

Asidosis Tubulus Renalis atau biasa disingkat ATR merupakan penyakit rhenal atau ginjal terutama menyerang pada bagian tubulus renalis. Menurut beberapa literatur ilmiah di bidang kesehatan, ATR termasuk dalam penyakit langka dan memiliki manifestasi klinis yang tergolong tidak spesifik sehingga diagnosis untuk penyakit ini seringkali terlambat. Dalam keadaan yang normal, ginjal akan dapat menyerap asam sebagai sisa dari metabolisme dalam darah serta membuangnya melalui urin. Namun pada penderita ATR, bagian ginjal bernama tubulus renalis tidak bisa berfungsi dengan normal sehingga hanya ada sedikit saja asam yang dibuang melalui urin. Akibatnya, akan terjadi penimbunan asam di dalam darah dan mengakibatkan asidosis, yaitu peningkatan tingkat keasaman di lambung.

Penyakit ATR termasuk ke dalam penyakit yang jarang terjadi. Pasien penderita ATR di Indonesia sendiri pada 2005 lalu tercatat sebanyak dua puluh orang anak. Tiap tahun, angka prevalensinya cenderung semakin naik. Dampak dari penyakit ini cukup serius dan membahayakan bagi tubuh. Di antaranya adalah sebagai berikut. Pertama, kadar kalium dalam darah akan semakin rendah. Ini akan mengakibatkan kelainan neurologis termasuk kelemahan otot, refleks yang menurun hingga terjadinya kelumpuhan. Dapat pula terjadi pengendapan kalsium dalam ginjal dan menyebabkan terbentuknya batu ginjal. Apabila ini terjadi maka akan terjadi kerusakan di sel-sel ginjal dan juga gagal ginjal yang kronis. Penderita juga dapat mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.

Dampak lainnya ialah terjadi pembengkokan tulang serta menyebabkan nyeri. Gangguan motorik juga dapat terjadi terutama pada tungkai bawah dan merupakan keluhan utama yang paling sering ditemukan. Anak penderita ATR akan mengalami keterlambatan terutama untuk duduk, merangkak serta berjalan. Terakhir adalah terjadinya gangguan pencernaan terutama karena ada kelebihan asam di dalam lambung serta usus. Pasien akan mengalami gangguan dalam penyerapan zat gizi dari dalam usus ke darah. Pasien dapat mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembang dan juga kekurangan berat badan. Penyebab ATR sendiri tidak dapat dipastikan bahkan oleh dokter. Akan tetapi diduga kuat bahwa penyakit ini merupakan faktor genetis atau keturunan, timbul karena obat-obatan serta keracunan logam berat ataupun penyakit autoimun.

Sejauh ini juga di dunia kedokteran belum ditemukan obat ataupun terapi untuk menyembuhkan ATR. Penyakit ini termasuk dalam kerusakan organ tubuh seperti halnya diabetes mellitus yang terjadi karena adanya kerusakan pada kelenjar insulin. Penanganan ATR sejauh ini hanya sebatas terapi guna mengontrol tingkat keasaman dalam darah. Biasanya, pasien akan diberikan obat yang memiliki kandungan zat basa seperti alkalin secara periodik hingga tercapai tingkat keasaman yang netral seperti pada orang normal. Obat ini sendiri tersedia dalam bentuk bubuk, tablet ataupun kapsul. Demikian adalah uraian seputar penyakit ATR. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Apa Itu Penyakit Batuk ?

admin No Comments
Apa Itu Penyakit Batuk

Batuk merupakan salah satu keluhan penyakit yang sering diungkapkan pada dokter. Batuk sendiri sebenarnya merupakan cara yang penting bagi tubuh dalam membersihkan tenggorokan dan juga saluran pernafasan kita. Namun, batuk yang terjadi secara berlebihan akan dapat memiliki arti bahwa kita mengalami gangguan penyakit. Batuk terbagi menjadi dua yaitu batuk kering dan batuk produktif atau batuk berdahak. Dahak disebut juga sebagai sputum ataupun reak. Batuk juga dapat menjadi penyakit akut atau kronis. Batuk yang akut ini biasanya akan timbul secara mendadak. Seringnya, batuk akut disebabkan karena masuk angin, infeksi sinus ataupun influenza. Batuk akut akan hilang dalam waktu dua hingga tiga minggu sementara batuk kronis akan berlangsung lebih dari dua hingga tiga minggu.

Penyebab umum dari penyakit batuk adalah Infeksi Saluran Pernafasan Atas atau ISPA, di antaranya adalah influenza. Namun, penyebab batuk yang paling sering adalah alergi serta asma, infeksi pada paru-paru seperti bronkitis akut atau pneumonia, penyakit paru obstruktif kronik ataupun bronkitis kronik, sinusitis yang dapat menyebabkan postnatal drip, tumor paru atau penyakit paru seperti bronkiektasis, GERD atau gastroesophageal reflux disease yaitu cairan lambung yang naik kembali ke tenggorokan, kebiasaan merokok, terpapar asap rokok atau perokok pasif, terpapar polusi udara ataupun karena obat darah tinggi yang termasuk golongan ACE Inhibi.

Perawatan rumah untuk penderita batuk di antaranya adalah sebagai berikut. Pertama, permen pedas dapat menjadi penolong penderita batuk yang terasa kering serta menggelitik. Namun, tidak disarankan untuk diberikan pada anak usia di bawah tiga tahun karena bisa tersedak dan menyumbat jalannya nafas. Menghirup uap hangat bisa menolong penderita jenis batuk kering karena mengangkat kelembaban udara. Minumlah lebih banyak cairan yang bisa mengencerkan dahak dalam tenggorokan sehingga akan lebih mudah untuk dikeluarkan. Terdapat beberapa obat batuk yang bisa dibeli tanpa menggunakan resep dokter. Di antaranya adalah obat-obatan yang memiliki kandungan khusus di bawah ini.

Pertama adalah guaifenesin. Namun yang harus dilakukan apabila mengonsumsi obat dengan kandungan guaifenesin adalah minum air dalam jumlah banyak. Selain guaifenesin, kita juga bisa mengonsumsi dekongestan. Obat yang mengandung dekongestan akan mengandung pseudoephedrine dan dapat menghentikan pilek encer serta postnasal drip. Dekongestan tidak boleh diberikan pada penderita darah tinggi atau anak-anak usia di bawah enam tahun kecuali berdasarkan resep dokter.  Walau batuk memiliki gejala yang mengganggu, akan tetapi batuk juga adalah salah satu cara tubuh dalam menyembuhkan diri. Beberapa  pakar kesehatan bahkan tidak menganjurkan pemakaian penahan batuk. Demikian adalah informasi seputar penyakit batuk yang sering diderita oleh banyak orang. Semoga uraian di atas dapat bermanfaat terutama dalam memberikan penanganan pertama untuk penderita batuk.

Penyakit Buta Warna

admin No Comments
Penyakit Buta Warna

Buta warna merupakan suatu keadaan di mana sel-sel pada retina tidak dapat merespon warna sebagaimana mestinya. Ini terjadi karena sel kerucut yang ada di dekat retina mulai melemah atau karena kecacatan secara permanen. Klasifikasi buta warna ada tiga macam. Pertama adalah trikromasi. Tipe ini termasuk yang paling sering dialami oleh orang-orang. Trikromasi terbagi menajdi tiga yaitu protanomali atau tidak dapat mengenali warna merah, deuteromali atau tidak dapat mengenali warna hijau serta trinomali atau low blue yaitu tidak dapat mengenali warna biru. Ragam buta warna yang kedua adalah dikromasi. Penyebabnya adalah sel kerucut tunggal yang tidak ada.

Sama seperti trikromasi, dikromasi juga terbagi menjadi tiga. Pertama adalah protanopia di mana sel kerucut warna merah tidak ditemukan. Kedua ada deuteranopia atau sel kerucut warna hijau tidak ditemukan dan ketiga adalah tritanopia di mana sel kerucut warna biru tidak ditemukan. Ragam buta warna berikutnya adalah monokromasi atau yang biasa pula dianggap buta warna secara universal. Penderita monokromasi hanya dapat membedakan warna hitam serta putih. Penyebab buta warna pada umumnya adalah karena alasan genetik atau keturunan. Penyakit ini terutama diboyong kromosom X pada wanita dan diturunkan pada anak-anaknya. Orangtua yang membawa penyakit buta warna akan mewariskan total pigmen yang tidak berfungsi dalam menghasilkan gambaran dengan warna yang utuh.

Terdapat beberapa fakta yang berkaitan dengan penyakit buta warna. Di antaranya adalah sebagai berikut. Pertama, buta warna lebih sering diderita pada laki-laki daripada perempuan. Sebagian besar penderita buta warna tidak dapat membedakan warna hijau serta merah. Penyakit buta warna disebabkan karena keturunan dari ayah ataupun ibu. Sebanyak delapan hingga dua belas persen laki-laki di Eropa mengidap buta warna ini sementara persentase wanita yang mengalaminya hanya sekitar nol koma lima hingga satu persen. Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan buta warna. Banyak bidang pekerjaan yang mengharuskan pegawainya tidak memiliki buta warna, di antaranya adalah pilot dan tentara.

Untuk memastikan apakah kita memiliki buta warna atau tidak, dapat digunakan tes Ishihara yang terdiri dari serangkaian titik-titik warna dengan angka di dalamnya. Seringkali beredar anggapan bahwa penderita buta warna hanya dapat melihat warna hitam dan putih, padahal anggapan ini tidak benar. Banteng termasuk salah satu hewan yang mengalami buta warna dan membuatnya tersulut emosi apabila melihat warna merah. Pada Perang Dunia II, tentara yang buta warna dikirim untuk misi khusus yaitu mendeteksi kamuflase pada pihak lawan. Beberapa musisi dunia yang diketahui menderita buta warna adalah Paul Newman, Mark Twain, Bing Cosby, Meat Loaf dan Bob Dole. Demikian adalah informasi seputar penyakit buta warna dan fakta-fakta menarik di dalamnya.

Penyakit Chikungunya Yang Seharusnya Anda Ketahui

admin No Comments
Penyakit Chikungunya Yang Seharusnya Anda Ketahui

Chikungunya merupakan sejenis demam virus yang disebarkan gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nama penyakit ini berasal dari Bahasa Makonde yang artinya melengkung ke atas. Istilah ini merujuk pada gejala tubuh penderita yang akan membungkuk sebagai gejala arthritis akibat penyakit ini. Nyeri sendi pada penderita chikungunya akan terjadi pada bagian tubuh seperti lutut, persendian kaki dangan tangan serta pergelangan kaki. Chikungunya juga merupakan salah satu penyakit yang sering ditemukan di Indonesia selain demam berdarah. Ini karena penyebabnya sama-sama dari nyamuk Aedes aegypti sehingga akan mudah ditemukan di daerah yang sanitasinya buruk ataupun kebersihannya kurang terjaga.

Gejala penyakit Chikungunya di antaranya adalah demam mendadak yang dapat mencapai tiga puluh sembilan derajat Celcius, nyeri di bagian sendi terutama pergelangan, sendi lutut, tulang belakang dan jari tangan. Dapat pula disertai dengan ruam atau bintik kemerahan di kulit. Penderita chikungunya juga kerap mengalami sakit kepala, fotofobia serta conjuctival injection. Penyakit ini sendiri biasanya akan sembuh dengan sendirinya sehingga tidak ada cabang ilmu khusus dalam dunia kedokteran yang membahas mengenai chikungunya. Penyebab penyakit chikungunya sendiri adalah virus, tepatnya ialah Alphavirus. Virus ini ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti yang juga menularkan penyakit DBD atau demam berdarah dengue. Namun, penyakit chikungunya tidak sampai menyebabkan kematian seperti DBD.

Virus chikungunya sendiri termasuk dalam keluarga Togaviridae dan genus alphavirus. Penyakit ini sendiri berasal dari Afrika dan mulai ditemukan kasusnya di Indonesia pada tahun 1973. Di Afrika, chikungunya pertama kali ditemukan di Tanzania pada 1952 dan juga di Uganda pada tahun 1963. Kejadian Luar Biasa atau KLB Chikungunya di Indonesia baru pertama kali dilaporkan pada 1982. Kala itu, chikungunya ditemukan di Samarinda dan menyebar hingga ke Kuala Tungkal, Martapura, Yogyakarta, Ternate, Muara Enim, Bogor hingga Aceh dalam kurun waktu antara tahun 1983 hingga 2001. Wabah Chikungunya di Malaysia mulai ditemukan pada 1999 di Port Klang dan mulai menyebar ke berbagai wilayah lain.

Diperkirakan mulai dari tahun 2001 hingga 2003, tercatat telah terjadi sebanyak tiga ribu sembilan ratus delapan belas kasus penyakit chikungunya tanpa ada satupun kematian di dalamnya. Walaupun tidak menyebabkan kematian namun penyakit ini tetap harus diwaspadai. Terutama adalah karena penyakit chikungunya tentu akan membuat kita tidak produktif dan untuk mencapai kesembuhannya akan diperlukan biaya berobat. Memastikan kesehatan lingkungan termasuk salah satu dari pencegahan penyakit chikungunya. Buang sampah yang ada di sekitar tempat tinggal kita agar tidak menjadi sarang nyamuk. Terutama adalah menutup genangan air dan mengubur sampah. Demikian adalah informasi terkait penyakit chikungunya. Semoga uraian di atas dapat menjadi tambahan wawasan untuk kita.

Penyakit Diabetes Mellitus

admin No Comments
Penyakit Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus kerap kali disebut sebagai silent killer karena tak sedikit orang yang baru menyadari bahwa mereka terserang diabetes mellitus saat sudah mencapai tahap kronis. Bahkan, banyak orang yang tidak menyadari mereka terkena kencing manis. Jika tidak segera ditangani, diabetes mellitus bisa menyebabkan aneka komplikasi penyakit yang lebih serius. Inilah pentingnya melakukan upaya maksimal guna meminimalkan resiko yang ditimbulkan oleh penyakit diabetes. Penyakit ini sendiri muncul sebagai akibat dari kadar gula dalam darah seseorang tak terlalu tinggi. Pankreas tidak dapat menghasilkan insulin yang akan membuat gula menjadi glukosa. Glukosa sendiri merupakan bahan vital yang dibutuhkan pada semua sel dalam tubuh.

Dalam penderita diabetes, sel tidak bisa mengabsorbsi glukosa sehingga menumpuk dan menjadi diabetes. Terdapat dua tipe penyakit diabetes mellitus. Tipe pertama atau Tipe 1 seringkali dipengaruhi oleh faktor genetika alias keturunan. Diabetes tipe 1 kerap diturunkan secara menyilang, di mana apabila ayah yang menderita diabetes maka ia akan menurunkannya pada anak perempuan. Demikian sebaliknya apabila ibu yang menderita diabetes maka penyakit ini akan diturunkan pada anak laki-laki. Diabetes tipe 1 sudah mulai menyerang saat seseorang masih kecil. Sementara pada diabetes tipe 2, penyakit baru akan diderita saat seseorang sudah berusia lebih dari empat puluh tahun.

Terdapat beberapa gejala dari kencing manis atau diabetes mellitus yang harus kita pahami. Pertama adalah rasa haus yang terjadi secara terus menerus. Berat badan turun drastis juga dapat menjadi penanda dari penyakit diabetes. Selain itu, buang air kecil dalam jumlah banyak turut menjadi gejala tersendiri dari penyakit ini. Rasa lelah yang berkelanjutan dan penyebabnya tidak jelas juga adalah gejala dari diabetes mellitus. Peradangan kulit menahun dan rasa gatal juga termasuk dalam tanda-tanda diabetes. Beragam komplikasi yang dapat muncul sebagai akibat dari diabetes mellitus di antaranya adalah gagal ginjal, penyakit jantung, impotensi hingga kebutaan. Pada beberapa kasus, diabetes mellitus juga dapat berujung hingga kematian.

Penderita diabetes mellitus harus segera mendapat penanganan serius apabila sudah mulai mengalami penurunan berat badan secara drastis, kesemutan atau bahkan rasa sakit pada tangan dan kaki hingga hilangnya kesadaran. Untuk memeriksa apakah seseorang mengalami kencing manis atau tidak, kita bisa melihat apakah air seni dikerumuni semut atau tidak. Jika iya, maka dapat dipastikan seseorang menderita kencing manis. Cara lainnya adalah dengan mencelupkan kertas uristix ke dalam air seni. Apabila corak pada kertas berubah, maka orang tersebut menderita kencing manis. Untuk diagnosa yang lebih akurat, kita dapat segera menuju dokter terdekat untuk pemeriksaan yang lebih mendetail dan akurat. Demikian informasi seputar penyakit diabetes mellitus ini.

Tentang Penyakit Diare

admin No Comments
Tentang Penyakit Diare

Diare merupakan salah satu penyakit yang umum diderita di Indonesia, terutama di daerah yang sanitasinya kurang baik. Penyakit ini memiliki tanda-tanda dari perubahan konsistensi serta bentuk dari tinja, mulai dari yang lembek sampai dengan cair. Pertambahan frekuensi buang air besar juga dapat menjadi pertanda diare, di mana penderita bisa buang air besar hingga tiga kali atau bahkan lebih dalam satu hari. Faktor yang turut mempengaruhi diare di antaranya adalah lingkungan gizi kependudukan serta pendidikan sosial ekonomi di samping perilaku masyarakat itu sendiri. Penyebab diare di antaranya adalah virus, bakteri serta parasit, keracunan makanan, alergi susu, kurang gizi serta immuno defesiensi.

Diare dapat menular lewat makanan ataupun air minum yang telah terkontaminasi oleh penderita diare. Penularan secara langsung dapat pula terjadi apabila tangan yang tercemar digunakan dalam menyuap makanan. Terdapat beberapa istilah yang digunakan untuk menyebut diare. Pertama adalah diare akut yang terjadi selama kurang dari dua minggu. Berikutnya ada diare persisten yang lama terjadinya lebih dari dua minggu. Disentri juga termasuk diare yaitu diare yang disertai darah serta lendir. Selanjutnya ada kholera di mana terdapat bakteri Cholera dalam tinja penderita diare. Perawatan penderita diare yang efektif di antaranya adalah dengan memberi cairan dalam jumlah besar seperti kuah sayur,oralit ataupun air tajin.

Penderita diare juga sebaiknya diberikan makanan lunak serta tidak merangsang setelah diare. Penderita diare perlu dibawa ke sarana kesehatan seperti puskesmas ataupun rumah sakit apabila gejala tidak kunjung membaik dalam tiga hari. Terutama apabila penderita sudah mulai mengalami buang air besar dalam jumlah banyak dan sering, muntah secara terus menerus, rasa haus yang amat sangat, demam tinggi, tidak dapat minum ataupun makan dan juga terdapat darah di dalam tinja. Diare juga dapat berlanjut menjadi KLB atau Kejadian Luar Biasa. Kriteria KLB Diare di antaranya adalah sebagai berikut. Pertama, terjadi peningkatan rasa sakit secara terus menerus selama tiga kurun waktu seperti tiga jam, hari atau minggu.

Terjadi pula peningkatan kejadian atau bahkan kematian akibat kasus diare hingga dua kali atau lebih dibandingkan dengan jumlah kesakitan atau kematian diare seperti yang biasa terjadi. CFR akibat diare menunjukkan kenaikan hingga lima puluh persen dalam kurun waktu tertentu apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya. Prosedur penanggulangan KLB atau wabah harus kita ketahui. Pada masa pra KLB, perlu dilaksanakan Sistem Kewaspadaan Dini dengan meningkatkan kewaspadaan dini di tingkat puskesmas, membentuk serta melatih tim gerak cepat di puskesmas, mengintensifkan program penyuluhan kesehatan di masyarakat, memperbaiki kinerja laboratorium serta meningkatkan kerja sama dengan instansi lain. Demikian informasi seputar penyakit diare ini semoga bermanfaat.