Penyakit Chikungunya Yang Seharusnya Anda Ketahui

Chikungunya merupakan sejenis demam virus yang disebarkan gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nama penyakit ini berasal dari Bahasa Makonde yang artinya melengkung ke atas. Istilah ini merujuk pada gejala tubuh penderita yang akan membungkuk sebagai gejala arthritis akibat penyakit ini. Nyeri sendi pada penderita chikungunya akan terjadi pada bagian tubuh seperti lutut, persendian kaki dangan tangan serta pergelangan kaki. Chikungunya juga merupakan salah satu penyakit yang sering ditemukan di Indonesia selain demam berdarah. Ini karena penyebabnya sama-sama dari nyamuk Aedes aegypti sehingga akan mudah ditemukan di daerah yang sanitasinya buruk ataupun kebersihannya kurang terjaga.

Gejala penyakit Chikungunya di antaranya adalah demam mendadak yang dapat mencapai tiga puluh sembilan derajat Celcius, nyeri di bagian sendi terutama pergelangan, sendi lutut, tulang belakang dan jari tangan. Dapat pula disertai dengan ruam atau bintik kemerahan di kulit. Penderita chikungunya juga kerap mengalami sakit kepala, fotofobia serta conjuctival injection. Penyakit ini sendiri biasanya akan sembuh dengan sendirinya sehingga tidak ada cabang ilmu khusus dalam dunia kedokteran yang membahas mengenai chikungunya. Penyebab penyakit chikungunya sendiri adalah virus, tepatnya ialah Alphavirus. Virus ini ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti yang juga menularkan penyakit DBD atau demam berdarah dengue. Namun, penyakit chikungunya tidak sampai menyebabkan kematian seperti DBD.

Virus chikungunya sendiri termasuk dalam keluarga Togaviridae dan genus alphavirus. Penyakit ini sendiri berasal dari Afrika dan mulai ditemukan kasusnya di Indonesia pada tahun 1973. Di Afrika, chikungunya pertama kali ditemukan di Tanzania pada 1952 dan juga di Uganda pada tahun 1963. Kejadian Luar Biasa atau KLB Chikungunya di Indonesia baru pertama kali dilaporkan pada 1982. Kala itu, chikungunya ditemukan di Samarinda dan menyebar hingga ke Kuala Tungkal, Martapura, Yogyakarta, Ternate, Muara Enim, Bogor hingga Aceh dalam kurun waktu antara tahun 1983 hingga 2001. Wabah Chikungunya di Malaysia mulai ditemukan pada 1999 di Port Klang dan mulai menyebar ke berbagai wilayah lain.

Diperkirakan mulai dari tahun 2001 hingga 2003, tercatat telah terjadi sebanyak tiga ribu sembilan ratus delapan belas kasus penyakit chikungunya tanpa ada satupun kematian di dalamnya. Walaupun tidak menyebabkan kematian namun penyakit ini tetap harus diwaspadai. Terutama adalah karena penyakit chikungunya tentu akan membuat kita tidak produktif dan untuk mencapai kesembuhannya akan diperlukan biaya berobat. Memastikan kesehatan lingkungan termasuk salah satu dari pencegahan penyakit chikungunya. Buang sampah yang ada di sekitar tempat tinggal kita agar tidak menjadi sarang nyamuk. Terutama adalah menutup genangan air dan mengubur sampah. Demikian adalah informasi terkait penyakit chikungunya. Semoga uraian di atas dapat menjadi tambahan wawasan untuk kita.

 Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *