Penyakit Epilepsi Yang Seharusnya Diketahui

Banyak beredar anggapan bahwa penyakit epilepsi hanya terdiri dari satu jenis saja yaitu kejang-kejang. Padahal, penyakit ini juga memiliki klasifikasinya masing-masing. Kejang-kejang sendiri merupakan epilepsi yang ada pada klasifikasi kedua. Epilepsi dapat menimpa seseorang sebagai akibat dari aktivitas listrik neuron yang ada dalam otak. Aktivitas neuron ini terjadi secara berlebihan dan cenderung abnormal sehingga memunculkan adanya bangkitan epilepsi tanpa penyebab atau provokasi dari luar. Epilepsi biasa juga disebut penyakit ayan dan dipicu bakter bahkan virus. Gejala epilepsi bisa direndam dengan bantuan dari orang-orang yang berada di sekitar penderita. Penyakit ini juga biasa disebut ayan dan dapat terjadi pada siapapun karena bukan termasuk penyakit genetik.

Terdapat beberapa jenis penyakit epilepsi. Pertama adalah epilepsi idiopatik umum di mana seringkali terjadi pada seseorang yang dalam riwayat keluarganya memiliki epilepsi. Epilepsi jenis ini seringkali muncul pada masa kanak-kanak hingga remaja. Namun umumnya pada jenis ini, epilepsi tidak akan terdiagnosa hingga dewasa. Pada jenis ini, tidak terdapat tanda kelainan pada sistem syaraf dan bisa diidentifikasi secara baik menggunakan studi EEG ataupun studi gambar MRI. Penderita akan memiliki tingkat kecerdasan yang normal. Jenis-jenis kejang yang dapat mempengaruhi pasien epilepsi idiopatik umum termasuk kejang mioklonik yaitu sentakan ekstrim secara tiba-tiba dan dengan durasi singkat, kejang tidak sadar berupa tatapan kosong serta kejang tonik-klonik umum.

Jenis epilepsi yang kedua ialah epilepsi petit mal. Epilepsi ini menyebabkan terjadinya gangguan kesadaran yang terjadi secara tiba-tiba. Penderita bisa mendadak bengong dan tidak sadar tanpa adanya reaksi apapun. Setelahnya, ia akan bisa kembali normal dalam melakukan aktivitasnya semula. Ketiga ada epilepsi grand mal. Epilepsi ini terjadi secara mendadak. Penderita bisa kehilangan kesadaran kemudian kejang-kejang dan napasnya berbunyi sembari mengeluarkan busa dari dalam mulut. Berikutnya ada epilepsi myoklonik juvenil. Penderita bisa mengalami kontraksi singkat di satu ataupun beberapa otot, baik yang ringan dan tidak terlihat sampai yang hebat dan menyentak seperti jatuh secara tiba-tiba.

Selanjutnya ada lagi epilepsi idiopatik parsial. Epilepsi ini dimulai sejak masa kanak-kanak di usia lima atau delapan tahun dan kemungkinan da riwayat epilepsi pada keluarga. Epilepsi jenis ini seringkali disebut BFEC dan merupakan salah satu dari jenis epilepsi yang paling ringan. Epilepsi ini biasanya akan hilang di masa pubertas dan tidak lagi didiagosis saat seseorang telah dewasa. Kejang-kejang dapat terjadi saat seseorang sedang tidur dan juga kejang motorik parsial sederhana dan biasa melibatkan wajah serta kejang sekunder umum. Epilepsi jenis ini umumnya akan didiagonis menggunakan alat EEG. Demikian adalah uraian seputar penyakit epilepsi dan juga jenis-jenisnya. Semoga informasi di atas bermanfaat.

 Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *