Penyakit Flu Babi

Salah satu penyakit yang sempat menggemparkan Indonesia adalah flu babi. Penyakit ini memiliki potensi untuk berkembang di Indonesia dan dapat menulari ke manusia. Penyakit ini sendiri berasal dari Meksiko dan keganasannya hampir bisa dipastikan masih berada di bawah dari flu burung yang juga sempat mewabah di Indonesia. Flu babi atau H1N1 sendiri sebenarnya sudah merupakan hal yang lazim dan sudah ada di Indonesia sejak dulu. Subtipe flu babi di Indonesia sendiri termasuk yang klasik serta tidak berbahaya. Sedangkan untuk H1N1 dari Meksiko inilah yang dikenal berbahaya. Menurut riset yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, virus H1N1 tipe Meksiko dicurigai merupakan gabungan antara flu unggas, flu babi dan juga flu manusia yang telah berubah di tubuh babi.

Hipotesis mengenai gabungan flu dalam tubuh babi ini telah mulai dikemukakan sejak 2005, namun saat itu masih ada sebagian kalangan yang menentang. Virus yang berada di tubuh babi sendiri akan lebih mungkin  menular ke tubuh manusia. Ini karena manusia serta babi sama-sama merupakan mamalia sehingga cenderung memiliki kesamaan. Hal ini berbeda dengan flu unggas yang tidak bisa langsung menular ke tubuh manusia. Secara teoritis, virus yang ada pada unggas tidak akan bisa menular secara langsung ke tubuh manusia seperti mamalia. Harus ada faktor perantara mamalia lain.

Dalam tubuh babi, virus nantinya akan mengalami perubahan dalam dua pola. Pola yang pertama adalah adaptasi. Jika pola ini terjadi, maka dampak yang diberikan tidak akan terlalu berbahaya karena tidak terjadi perubahan dalam struktur virus. Sementara pola kedua ialah penyusunan ulang virus. Dalam pola ini, virus akan dapat berkembang menjadi kombinasi antara flu babi, flu manusia dan juga flu unggas. Berdasarkan penjelasan yang ada di Amerika Serikat, kemungkinan besar pola yang ada ialah jenis reassortan atau penyusunan ulang ini. Apabila hal ini terjadi, maka tidak menutup kemungkinan flu babi juga dapat berkembang di Indonesia.

Keganasan virus H1N1 tipe Meksiko juga tidak seperti virus H5N1. Dari sekitar seribu lima ratus kasus yang ada di dunia, sekitar seratus lima puluh atau sepuluh persen di antaranya berakhir dengan kematian. Virus ini dapat menyebar dengan cepat akan tetapi memiliki daya rusak yang rendah. Sebaliknya, virus H5N1 dapat menyebar dengan lambat dan memiliki daya rusak sangat tinggi. Dalam waktu kurang dari satu bulan, virus H1N1 tipe Meksiko telah menjangkiti hingga ribuan orang. Sementara virus H5N1 hanya tercatat menjangkiti tiga ratus orang di seluruh dunia.  Virus yang memiliki pola penyusunan ulang akan dapat dengan cepat menular dan memiliki daya rusak yang tinggi.

 Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *